Ilustrasi.(Int)

KabarToraja.com – Dalam kurun waktu kurang dari 10 hari lagi, registrasi kartu SIM (Subscriber Identity Module) prabayar Indonesia akan ditutup.

Dilansir dari KabarMakassar.com, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli menjelaskan jelang deadline registrasi kartu SIM, terdapat beberapa risiko yang ada jika pelanggan mendaftar ulang nomornya di waktu mendekati deadline.

“Masyarakat diimbau agar sebaiknya segera melakukan registrasi kartu SIM sebelum batas akhir 28 Februari 2018. Sebab, pada hari itu diprediksi akan terjadi lonjakan traffic luar biasa yang bisa saja dapat menyebabkan gagal registrasi,” ujar Ramli.

Ramli menambahkan beberapa hal bagi pelanggan yang wajib diperhatikan mendekati batas akhir registrasi kartu SIM. Seperti:

1. Pelanggan dan siapa pun diingatkan kembali agar menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar dan berhak.

2. Menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah merupakan pelanggaran hukum.

3. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di-upload oleh pihak yang tidak bertanggungjawab di internet.

4. Tujuan registrasi ulang ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan HP yang hilang.

Jumlah pelanggan registrasi kartu SIM sendiri sudah malampaui target sebelum 28 Februari 2018.

Ramli menyampaikan total pelanggan registrasi kartu SIM yang telah mendaftar ulang telah mencapai lebih dari 226 juta.

“Tepatnya sejumlah 226.444.899 kartu nomor pelanggan pada pagi hari tadi. Angka ini menunjukkan jumlah nyata pelanggan aktif saat ini yang telah teregistrasi dan tervalidasi melalui sistem database kependudukan Ditjen Dukcapil,” kata Ramli dalam keterangan resmi Kemkominfo.

Bagi Masyarakat yang belum melakukan registrasi nomor SIM, disarankan untuk mendaftarkan nomornya sekarang.

Syarat utama adalah harus memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor KK (Kartu Keluarga).

Berikut cara melakukan registrasi nomor SIM anda via SMS:

Pelanggan Baru

Tata cara atau format registrasi via SMS bagi pengguna yang membeli kartu SIM perdana adalah sebagai berikut:

1. Indosat, Smartfren, Tri

NIK#NomorKK#

2. XL Axiata

Daftar#NIK#Nomor KK

3. Telkomsel

Reg(spasi)NIK#NomorKK

Jika sudah selesai mengisi format di atas, SMS kemudian dikirimkan ke nomor 4444.

Pelanggan Lama

Bagi pelanggan lama dapat mendaftarkan nomornya dengan cara registrasi ulang via SMS dengan format:

1. Indosat, Smartfren, dan Tri

ULANG#NIK#NomorKK#

2. XL Axiata

ULANG#NIK#NomorKK

3. Telkomsel

ULANG(spasi)NIK#NomorKK#

Kirim SMS ke nomor 4444.

Selain melalui SMS, registrasi nomor SIM anda juga dapat melalui via website resmi operator.

Berikut cara registrasi melalui Situs web resmi operator:

1. Telkomsel 

Untuk kartu SIM prabayar Telkomsel (Telkomsel dan AS) dapat mengunjungi situs berikut: https://mobi.telkomsel.com/ulang?ch=WEB

Caranya: isikan No handphone, NIK KTP, No Kartu Keluarga dan Password yang akan dikirimkan oleh operator melalui SMS. Lalu klik “kirim”

2. XL

Pelanggan Xl (Xl atau Axis) dapat melakukan registrasi melalui website resmi di https://registrasi.xl.co.id/ulang

Caranya:
1. Memasukkan nomor HP
2. Pelanggan akan menerima kode verifikasi yang dikirim operator XL melalui SMS
3. Memasukkan kode verifikasi
4. Mengisi data Nomor KTP dan Nomor Kartu Keluarga

3. Indosat Ooredoo 

Pengguna kartu pra bayar Indosat Ooredoo (Indosat dan IM3) dapat melakukan registrasi melalui: https://mycare.indosatooredoo.com/registration

Caranya:
1. Masukkan NIK atau Nomor e-KTP
2. Masukkan nomor Kartu Keluarga
3. Klik tanda kotak “I’am not a robot”
4. Klik “periksa” jika data yang dimasukkan sudah benar.

4. Tri

Pelanggan Tri dapat melakukan registrasi kartu baru atau lama dengan mengunjungi situs https://registrasi.tri.co.id/

Caranya:
Pilih opsi sesuai kartu yang dimiliki pengguna. “Registrasi Calon Pelanggan” untuk kartu baru dan “Registrasi Ulang” untuk kartu lama.

Registrasi untuk kartu Tri baru
1. Masukan nomor Tri yang akan diregristrasikan
2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan sesuai e-KTP
3. Masukan Nomor Kartu Keluarga
4. Masukkan angka terakhir nomor seri (ICCID) yang tertera di belakang kartu SIM/USIM yang akan diregistrasikan
4. Klik kotak “Iam not a robot”
5. Klik “kirim” jika data yang dimasukkan sudah benar.

Regsistrasi Ulang Kartu Tri Lama
1. Masukan nomor Tri yang akan diregristrasikan
2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan sesuai e-KTP
3. Masukan Nomor Kartu Keluarga
4. Masukkan kode rahasia yang dikirimkan operator XL ke Handphone pengguna
5. Masukkan 4 angka terakhir nomor seri seri (ICCID) yang tertera di belakang kartu SIM/USIM yang akan diregistrasikan
6. Klik “kirim” jika data yang dimasukkan sudah benar.

Bagi pelanggan seluler yang tidak melakukan registrasi kartu SIM prabayar hingga 28 Februari 2018 akan mendapatkan pemblokiran nomor oleh pemerintah.

Pemblokiran ini akan dilakukan secara bertahap selama dua bulan, yakni hingga 28 April 2018.

Pada tahap awal, jika hingga 28 Februari 2018 pelanggan belum melakukan registrasi, pemerintah masih memberikan masa tenggang selama 30 hari.

Selama masa tenggang, apabila pelanggan belum juga melakukan pendaftaran, pemerintah akan memblokir layanan panggilan keluar (outgoing call) dan SMS.

Setelah itu, apabila 15 hari setelahnya pelanggan juga masih belum mendaftar, layanan kedua yang akan diblokir adalah panggilan masuk (incoming call) dan SMS dan nantinya hanya paket internet yang akan aktif selama 15 hari.

LEAVE A REPLY