Bukiters Dancer [Dok Pribadi]

KabarToraja.com — Sebagai pemuda dan pemudi Toraja wajib memperkenalkan budaya dan seni, apalagi memiliki bakat didalamnya. Bukiters Dancers salahsatu kelompok seni dan tari yang berada dalam naungan Persekutan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Jemaat Bukit Tamalanrea yang kerap memperkenalkan budaya Toraja dalam menampilkan tari-tarian etnik di Kota Makassar. Nama Bukiters Dancer diambil dari domisili  gereja tempat para personil Bukiters di jemaat Bukit Tamalanrea berada.

Menari dan memperkenalkan budaya Toraja, Bukiters Dancer sudah memulai dari tahun 2016 lalu, beranggotakan enam orang personil, perlahan Bukiters semakin diminati para pemuda dan pemudi Toraja di Makassar.

Tidak banyak yang memiliki seni tari di PPGT, namun Bukiters Dancer membuat pemuda dan pemudi terinspirasi untuk turut bergabung didalamnya, sekira 40 orang kini mulai tergabung didalamnya dan memulai dengan rutin latihan di sekretariat PPGT jemaat Bukit Tamalanrea.

Dian Martin salahsatu perintis di Bukiters Dancer ini berani tampil bersama lima rekannya pada kegiatan-kegiatan Gereja Toraja di Makassar, hingga diajak untuk tampil di acara pernikahan.

Tampil sebagai tarian pembuka, Dian optimis jika bakatnya tersebut bakal terus berkembang bahkan ia menyatakan tidak berhenti sampai disitu.

Setidaknya ada tiga tarian yang kerap ditampilkan Bukiters Dancer, mulai dari Tari Pagellu, Tari Pattira hingga Tarian Sanda Oni kreasi. Memiliki bakat sejak kecil, Dian mulai mengajak teman-temannya untuk latihan menari bersama. Hingga kini Bukiters tidak hanya memiliki penari perempuan, namun laki-laki juga kini sudah turut andil didalamnya bahkan laki-laki Bukiters pernah menampilkan tarian Pattira’.

“Tahun 2016 lalu kami hanya enam orang saja, empat penari dan dua pemain gendang. Kami biasanya tampil diacara-acara pembukaan kegiatan Gereja, pernikahan dan juga acara-acara natal”kata Dian saat ditemui di sekretariat PPGT Bukit Tamalanrea, Selasa 5 Desember 2017.

Dian yang kini melanjutkan studi Strata dua (S2) di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) menambahkan jika saat ini mereka memulai dengan menyewa pakaian adat dan gendang untuk penampilannya. Aksesoris dan perangkat tarian pun juga tak luput dari hasil menyewa di salon untuk penampilannya bersama lima rekannya.

“Jadi kami waktu itu masih sewa-sewa saja di salon pakaiannya, puji Tuhan karena motivasi kami untuk pelayanan jadi kini sudah bisa beli aksesoris dan pakaian untuk menari sendiri, dari hasil menari dibeberapa undangan selama ini”jelas Dian.

Membagi waktu antara jadi penari dan terlibat di pengurusan PPGT jemaat, Dian mengatakan jika selama ini bisa mengatur waktu bahkan dirinya dan rekan-rekanya terus mendapat dukungan dari pengurus hingga di jemaat didalamnya.

Diakuinya yang membanggakan saat itu diundang beberapa kegiatan gereja mulai dari menari saat pembukaan Persidangan Persekutan Wanita Gereja Toraja atau PWGT yang dihadiri Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto hingga kegiatan diluar gereja seperti diundang menari di acara Ikatan Bidan.

Memperkenalkan budaya Toraja dari Makassar bagi Bukiters Dancer menurut Dian ini harus diteruskan dan memiliki regenerasi. Untuk itu Bukiters mulai mengajak beberapa pemuda dan pemudi untuk bergabung dan berlatih bersama dalam sepekan dua kali.

“Puji Tuhan dari kami enam orang, termasuk saya, Susi, Norma, Rahel, Kak Ollen dan Erlan kini hampir empat puluh orang mau bergabung bersama kami dalam mengembangkan bakat seni ini. Tetap optimis bakal terus berkarya dan melayani dan merubah pandangan orang jika kami bukan penari yang “angin-anginan” atau timbul tenggelam, terus melakukan hal ini karena sudah memilik banyak personil sekarang”kata Dian.

Sementara itu Ketua PPGT Jemaat Bukit Tamalanrea, Dennis Lorens mengatakan jika menjadi bagian didalam Bukiters Dancers merupakan hal yang membuatnya memiliki sesuatu yang berharga. Dimana tidak banyak orang yang bisa memperkenalkan budaya dan seni Toraja sebagai pemuda gereja, apalagi di jemaat sendiri.

“Saya menjadi bagian dari Bukiters Dancers sendiri memiliki sesuatu yang kita punya dan orang lain juga bisa mengikutihal positif ini, dimana seni dan budaya Toraja yang kita perkenalkan mendapat respon yang baik, semisal Bukiter diundang tampil dibebrbagai kegiatan gereja dan diluar seperti diacara nikahan juga”ujar Ollen sapaan akrab Dennis Lorens.

Ollen yang juga sebagai pemain gendang di Bukiters Dancer ini mengaku jika saat ini minat dan bakat mulai dirasakan, dimana bertambahnya personil membuat dirinya semakin lebih semangat untuk terus bertahan dengan adanya Bukiters Dancer tersebut.

Selain itu dirinya pun merasa bangga jika saat memulai Bukiters Dancer tampil dengan pelayanan, dirinya pun semakin fokus dan berniat untuk membuat rumah kesenian bersama pemuda-pemudi di Bukit Tamalanrea.

“Ada rencana kami mau buat rumah kesenian, hal ini juga didukung penuh oleh senior-senior kami di PPGT. Kami berharap itu bisa ada selain alat seni tari juga alat musik dan ini juga memotivasi pemuda dan pemudi untuk mengembangakan dan menampilkan budaya Toraja serta terus melakukan pelayanan didalamnya”ujar Ollen.

Bukiters Dancer pun memiliki cita-cita untuk tampil di luar daerah Sulawesi bahkan diluar negeri untuk menampilkan kesenian dan budaya tari-tarian tersebut serta memeprkenalkan budaya Toraja. Ditanyai soal keikutsertaanya untuk tampil di even tahunan Lovely December 2017, Ollen dan Dian kepada KabarToraja.com sangat bangga dan suatu kehormatan bisa turut ambil bagian didalamnya.

“Iya mau kalau diundang, bahkan kami pemuda dan pemudi di Makassar ini merasa senang jika mengambil bagian untuk menampilkan kreasi kami dari Makassar untuk Toraja di event Lovely December tahun ini”kunci Ollen.

Berikut enam personil Bukiters Dancer pada awal berdirinya terbentuk,

Pemain Gendang
– Dennis Lorens S.T (Ollen).
– Erlan Dwinata Pasangla A Md. (Erlan)

Penari
– Dian Martin S.H (Dian)
– Zusi Rapi Sambara’ S.Sos (Zusi)
– Normaliyah Maya Tandigau’ S.KM (Norma)
– Rahel Salikunna Palayukan S.KM (Rahel).

 

LEAVE A REPLY