Toraja Film Festival 2018 [Int]

KabarToraja.com — Toraja Festival Film (TFF) 2018 kembali digelar, dimana tahun ini mengangkat tema Cultural Respect”. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Toraja Film Festival, Belo Tarran saat menggelar Konferensi Pers, di Cafe Sendana, Rantepao, Kamis 4 Januari 2017.

Belo mengatakan jika tema yang diusung bukan hanya budaya peninggalan nenek moyang, atau adat serta tradisi turun temurun, melainkan juga kebiasaan tradisi yang tercipta seiring perkembangan jaman dan pola hidup modern disekitar.

“Jadi kami kembali menggelar kompetisi ini mengangkat tema Culture Respect, dimana tidak hanya menyangkut budaya orang toraja yang dulu-dulu tapi juga didalamnya menyangkut tradisi dan kebiasaan-kebiasaan serta perkembangan jaman sekarang yang ada di Toraja”kata Belo.

Selain itu ia Belo Tarran berharap jika melalui tema tersebut dapat melihat Indonesia yang kekinian. TFF 2017 sukses digelar dan hal tersebut mendapatkan respon positif dari beberapa tokoh Film Indonesia. Bahkan Tino Sarungallo salahsatu tokoh film meraih penghargaan di malam anugerah TFF 2017 sebagai tokoh film Lifetime Achievement.

TFF kali kedua ini kembali digelar untuk menggaet sineas-sineas muda baik dari Toraja maupun diluar Toraja. Bahkan keterlibatan anak sekolah juga mendapat kesempatan dalam kompeteisi ini. Panitia TFF juga menggaet 7 sekolah di Tana Toraja dan Toraja Utara, sekolah tersebut dibekali dengan peralatan dan proses pembuatan film yang bakal mengikuti festival film pendek tersebut.

Berikut empat kompetisi yang bakal diadakan di TFF 2018 mendatang,
– Film Pendek
– Video Tantangan
– Video Profil Pariwisata Nusantara
– Lomba Fotografi

Film pendek memiliki persyaratan umum, dimana ada dua kategori yang dikompetisikan yakni Kategori Umum dimana kompetisi tersebut adalah hasil karya yang berasal dari luar Toraja, tahun produksi 2015-2018. Sementara untuk Kategori Khusus adalah hasil karya yang bercerita tentang Toraja, mencakup etnis Toraja yakni Tator, Toraja Utara, Mamasa, enrekang, Duri Enrekang, Luwu, Seko, Rongkong, Kalumpang dan lainnya.

Ajang ini pun mengkategorikan dua jenis Film yakni Film Fiksi dan juga Film Dokumenter dengan durasi 7 hingga 30 menit termasuk credit title.

Video tantangan adalah salahsatu kompetisi yang juga mengangkat budaya Toraja dengan mengabadikan video maksimal berdurasi 1 menit, dimana handphone pun bisa digunakan untuk mengunggah video yang mencakup tema Toraja Masa Kini yang meliputi Pariwisata Toraja, Budaya Toraja, kearifan Lokal, Cerita Rakyat dan kondisi Toraja saat ini. Bahkan pesertanya pun dibatasi mengirim hanya 3 video saja.

Video Profil Pariwisata Nusantara bagian dari kompetisi TFF 2018 yang dikhususkan mengangkat tentang pariwisata salahsatu daerah di Indonesia, dan tahun produksi pun dibatasi mulai dari tahun 2016 hingga 2018, dengan durasi maksimal 7 menit.

Sementara untuk kompetisi Fotografi dikhusukan mengambil gambar untuk wilayah etnis Toraja yang meliputi, Tator, Toraja Utara, Mamasa, enrekang, Duri Enrekang, Luwu, Seko, Rongkong, Kalumpang dan lainnya. Dan mengikutsertakan dua foto original dan menyelipkan disudut kanan foto “TFF 2018”.

Batas kompetisi TFF 2018 hingga 10 Juli 2018. Dan untuk memperoleh informasi selengkapnya bisa mengakses di www.torajafilmfestival.com atau langsung mendatangi sekretariat Panitia TFF 2018 di Jalan S Parman 1, PT Toraja Media Mandiri, belakang rumah jabatan Wakil Bupati Torut, Batulelleng, Rantepao Toraja Utara. [FZ]

LEAVE A REPLY