Lambang Hotel Four Points Menyerupai Ukiran Toraja [Ist]

KabarToraja.com — Beredarnya foto dan video serta berita terkait dengan adanya model ukiran Toraja di yang terletak di lantai atau karpet Hotel Four Points Makassar, rombongan Forum Pemuda Pemerhati Toraja datangi lansung hotel berbintang empat tersebut.

Maksud kedatangan Forum Pemuda Pemerhati Toraja (FPPT) bersama aktifis pemuda Toraja di Makassar tidak lain langsung meminta klarifikasi pihak hotel yang meletakkan model ukiran Toraja di lantai hotel.

“Kemarin sore kami sepakat untuk kroscek kebenaran ukiran yang beberapa waktu lalu menjadi viral dikalangan Toraja disalahsatu hotel di Makassar” kata Belo yang memimpin rombongan FPPT, Jumat 12 Januari 2018.

Belo mengatakan jika konsolidasi berlanjut di Makassar dan pagi tadi langsung melihat fakta jika didalam ruang pertemuan maupun dibeberapa kamar melihat beberapa ukiran yang benar mirip dengan ukiran Toraja atau ukiran Pa’barana.

“Kami saksikan sendiri, bagi kami ini sangat mirip dengan ukiran Toraja sebagai warisan leluhur kami”

Beberapa aktivis di Makassar juga turut bergabung dalam Forum Pemuda Pemerhati Toraja ini yakni Wendy Tikupadang, Firmes Oktavianus, Daming Sampe Suso aktivis KNPI Sulsel, dan sejumlah Aktivis Toraja lainya di Makassar Bastian, Randi Ritting, Abraham.

Ketua KNPI Toraja Utara, Brikken Linde Bonting yang juga menyaksikan ukiran yang mirip ukiran Toraja di hotel tersebut. Ia mengatakan bakal mengumpul data dan bukti dari adanya kesamaan ukiran Toraja yang diletakkan di lantai.

“Setelah dari Makassar kita akan kembali ke Toraja dan berkomunikasi dengan pihak terkait baik pemerintah dan pemerhati budaya Toraja .
Untuk mengambil langkah bijak terkait polemik tersebut” kata Brikenn.

Lanjut Brikenn jika ia sangat apresiasi ukiran Toraja menghiasi seluruh ruang dan tempat di Hotel Four Point Sheraton Makassar, luar biasa. Namun ia mengatakan jika hanya mungkin penempatan untuk dilantai bagi kami itu sangat keliru.

“Kita menunggu penjelasan dari Management hotel terkait hal ini, mungkin penempatan ukiran Toraja tersebut keliru” tambahnya.

 

LEAVE A REPLY