KabarToraja.com — Perusahaan jasa kendaraan online Grab telah mengakuisisi perusahaan kendaraan online asal Amerika yaitu Uber. Secara resmi hari ini telah mencaplok bisnis Uber untuk kawasan Asia Tenggara.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu pun akan menyerahkan seluruh operasional dan asetnya di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

CEO Uber Dara Khosrowshahi sendiri menyebut langkah ini bukan berarti perusahaan sedang berada dalam upaya untuk melakukan konsolidasi bisnis. Hal itu diketahui dari emailnya ada para karyawan.

“Wajar jika ada pertanyaan apakah ini merupakan strategi konsolidasi, mengingat sudah dilakukan di Tiongkok termasuk Rusia, dan kini Asia Tenggara. Namun, jawabannya adalah tidak,” tuturnya seperti dikutip dari CNBC.

Ia juga menuturkan langkah akuisisi ini karena Uber strategi global menyimpan bahaya. Maksudnya, startup asal Amerika Serikat itu bertarung di banyak lini dengan banyak kompetitor di wilayah Asia Tenggara.

Karena itu, Uber akan fokus pada wilayah pasar inti di mana mereka beroperasi saat ini. Khosrowshahi juga menuliskan bahwa 500 pegawai Uber di Asia Tenggara nantinya akan pindah ke Grab.

Kepastian akuisisi Uber oleh Grab sendiri diumumkan pada 26 Maret 2018. Lewat akuisisi ini, Grab akan mengintegrasikan layanan pemesanan kendaraan dan pesan antar makanan Uber di kawasan Asia Tenggara ke platform miliknya.

Melalui penggabungan bisnis ini, Grab berambisi menjadi platform mobile online-to-offline (O2O) nomor satu di Asia Tenggara sekaligus menjadi pemain utama dalam bisnis layanan pesan antar makanan.

Grab juga akan mengambil alih operasional dan aset Uber di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Sebagai bagian dari akuisisi, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan CEO Uber Dara Khosrowshahi akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

Aplikasi Uber sendiri akan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan untuk memastikan stabilitas mitra Uber. Mereka juga dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran mitra Grab secara online.

Sementara, Uber Eats tetap akan beroperasi hingga akhir Mei. Setelahnya, rekanan pengantaran dan restoran uber akan pindah ke platform GrabFood.

Sumber: Liputan6.com

LEAVE A REPLY