Pertemuan Bupati Tana Toraja dengan Pimpinan Lembaga Keagamaan

KabarToraja.com — Aksi teror di Surabaya, Jawa Timur baru-baru ini membuat sebagian warga Toraja mulai ketakutan akan aksi tersebut. Untuk itu Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menghimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya akan isu-isu teror bom yang bakal masuk ke Toraja.

Pemerintah daerah (Pemda) Tana Toraja dalam hal tersebut mengundang langsung para pimpinan lembaga keagamaan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Tana Toraja, agar wilayah yang mayoritas penduduknya beragam kristen ini untuk tetap tenang akan kasus bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018 lalu.

Berikut isi pertemuan di Rujab Bupati Tana Toraja bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tana Toraja dan para pimpinan lembaga keagamaan di Tana Toraja.

1. Bahwa peristiwa yang terjadi tidak ada kaitannya dengan lembaga keagamaan tertentu.

2. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) melalui para pemimpin-pemimpin agama untuk melakukan sosialisasi melalui ibadah masing-masing dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa peristiwa yang terjadi di Surabaya adalah peristiwa terorisme dan radikalisme, tidak ada kaitan dengan ajaran tertentu.

3. Tetap mempercayakan kepada Polri sebagai satu-satunya lembaga yang memberikan informasi berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi dan menghindari menyebarkan informasi yang sifatnya hoax.

4. Tetap menjaga persatuan dan kesatuan secara bersama-sama melalui slogan “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate”.

5. Tetap waspada dengan wajib memberikan informasi kepada aparat setempat dalam jangka waktu 1×24 jam bila ada tamu, kerabat dan lainnya yang berkunjung.

6. Agar semua elemen masyarakat bersama Polri dan TNI bahu membahu menjaga kedamaian di Toraja.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae yang dihadiri oleh Dandim 1414 Tana Toraja, Kapolres Tana Toraja, Kajari Tana Toraja, Ketua Pengadilan Negeri Makale, Pimpinan Lembaga Keagamaan Islam, Kristen, Katolik dan Aluk Todolo.

Penulis: Andarias/Rilis Humas
Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY