[int]

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan merilis sembilan (9) bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang gugur dalam pencalonannya untuk maju sebagai calon Legislator di DPRD Sulsel. Dari sembilan bacaleg delapan (8) diantaranya merupakan mantan nara pidana korupsi.

Satu diantaranya yakni J.K Tondok yang mencalonkan diri Caleg di partai PKPI Toraja Utara untuk maju di DPRD Provinsi Sulsel. Untuk diketahui menjadi mantan Napi kasus korupsi dana pemberdayaan perempuan, pengadaan barang dan jasa, biaya mobilitas, kegiatan DPRD tahun 2002-2003 saat menduduki Anggota DPRD Tana Toraja dengan vonis dua tahun.

Selain JK Tondok ini beberapa Bacaleg yang maju di DPRD Provinsi Sulsel yang digugurkan diantaranya tiga dari kabupaten Bulukumba yakni A Muttamar Mattotorang dari partai Berkarya, AM Juharta dari partai Nasdem, dan Arkam Bohari dari Partai Golkar. Sementara daerah lainnya Sumardi Noppo dari Gerindra di Luwu Timur, A Muchtar Iskandar dari PDIP Sidrap, Muhammad Ishak partai Berkarya Takalar dan Muhlis Matu Berkarya dapil Gowa-Takalar.

“Kita umumkan nama-nama Bacaleg tersebut karena ini telah melanggar PKPU No.20 pasal 4 ayat tiga, di mana partai tidak boleh menyertakan mantan terpidana tiga kejahatan. Salah satunya yaitu Korupsi”kata Komisoner KPU Sulsel, Uslimin.

Tidak hanya kasus korupsi, namun mantan nara pidana kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur juga di gugurkan dan Bacaleg tersebut Habirin dari partai Demokrat Dapil II Sinjai.

Komisioner KPU Sulsel, Uslimin Densi mengatakan jika semalam, 31 Juli 2018 KPU memberikan batasan akhir perbaikan berkas Bacaleg di 11 dapil untuk DPRD Sulsel. Dan hasil verifikasi dari Bacaleg tersebut ada 9 digugurkan dan 8 diantaranya mantan Napi Korupsi,

“Malam tadi kami sudah rampungkan dan hasilnya sudah ada, jadi ada 8 mantan napi korupsi dan 1 memiliki riwayat kasus pencabulan anak jadi mereka di gugurkan. Dan hasil tersebut dari 11 Dapil di DPRD Provinsi Sulsel”kata Uslimin.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY