Ketua DPRD Tana Toraja, Wellem Sambolangi bersama warga Masanda panen Bawang Merah.

KabarToraja.com — Ketua Dewan PErwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja Welem Sambo Langi melakukan kunjungan kerja di Dapil 4 setelah mendengar keluhan penjual bawang terkait sepinya pembeli bawang yang merugikan para petani di Kampung Tanete, Lembang Pondingao pada Selasa, 5 Juni 2018.

Salah satu petani bawang Baharuddin (65) menyatakan para petani bawang Tana Toraja merugi akibat sepinya pembeli bawang.

“Kami cerita kepada Ketua DPRD bahwa kami ini petani bawang saat ini sangat sedih karena sudah panen tapi tidak ada pembeli,” keluh Baharuddin.

Baharuddin juga menyatakan petani bawang Tana Toraja memiliki satu hektare luas tanah untuk memanen bawang, sayangnya produksi bawang yang cukup tidak seimbang dengan permintaan pasar yang mengakibatkan ruginya para petani bawang lokal.

“Pak ketua kami selaku petani bawang mohon dibantu difasilitasi dengan pembeli soalnya bawang kami sudah panen namun tidak ada pembeli,” pungkas Baharuddin kepada Welem Sambo.

Menanggapi curhatan petani bawang tersebut, Ketua DPRD Tana Toraja langsung menyatakan kesiapannya dengan mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah terkhusus Tana Toraja.

“Kalau tidak ada yang mau membeli, kasihan petani kita modalnya sudah masuk, tenaganya sudah masuk, namun pembeli yang tidak ada. Saya akan sampaikan kepada Pemerintah Daerah agar difasilitasi dengan cara mencarikan pembeli dan kalau tidak ada pembeli, Pemerintah Daerah yang membeli sehingga semangat petani tidak kendor untuk melakukan usahanya,” jelasnya.

Perlu diketahui, baru-baru ini Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal juga menemukan keganjalan saat Inspeksi Mendadak (Sidak) Pasar Tradisional dengan menemukan hadirnya pedagang bawang putih impor dari China di Pasar Pabaeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Kamis 7 Juni 2018.

“Kita akan mengecek langsung dari mana masuk bawang putih ini. Jangan sampai karena ini bisa mempengaruhi harga pasar,” katanya.

Penulis: Andarias
Editor: Muh Fajar Nur

LEAVE A REPLY