Kisah Pilu Ibu Tiku Bertahan Hidup dengan Jualan Sayur Paku

KabarToraja.com — Meski sudah lanjut usia Ibu Tiku (60 tahun) tetap bertahan hidup dengan dua orang cucunya. Dikabarkan jika kedua cucu dari Ibu Tiku tersebut sudah lama ditinggalkan ibunya. Untuk itu cara bertahan Ibu Tiku bersama kedua cucunya dengan berjualan sayur paku (sayur Pakis).

Ibu Tiku yang tinggal dirumah gubuk beralaskan tanah berukuran 3×4 meter di Lembang Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe’, Kabupaten Tana Toraja. Ditemui kontributor KabarToraja.com dilokasi Ibu Tiku mengaku jika dirinya masih bertahan bersama cucunya dengan mengais rejeki melalui jualan sayur paku.

[caption id="attachment_941" align="aligncenter" width="300"] Rumah Ibu Tiku dengan dua orang cucunya [Foto:Anda][/caption]Ibu Tiku juga merasa sedih saat ditanya terkait bantuan yang diterima dari pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Ia meneteskan air mata ketika menjawab belum sama sekali menerima bantuan apapun.

“Iya Tidak pernah ada bantuan, ada tapi hanya tetangga dan dari Gereja saja”kata Ibu Tiku sambil meneteskan air matanya.

Hebatnya Ibu Tiku di usianya yang renta masih juga menyekolahkan kedua cucunya di Sekolah Dasar Negeri, (SDN) Bappeda. Kedua cucu laki-laki yang bersamanya saat ini, Irrang kelas 3 SD dan Utan kelas 4 SD berangkat ke sekolah dengan baju seragam pemberian tetangganya. “Cucuku kasian baju sekolah diberi sama tetangga, itu di pakai ke sekolah”tambah Ibu Tiku.

Bertahan hidup dengan kedua cucunya, Ibu Tiku tegar menghadapi kerasnya perjalan hidup tanpa bantuan pemerintah baik itu jaminan kesehatan BPJS maupun bantuan beras miskin (raskin). Ibu Tiku hanya bisa meraup rejeki dengan berjualan sayur pakis keliling dan juga kadang berada di pasar.

Untuk diketahui jika Pemerintah Kabupaten Tana Toraja memiliki visi-misi yng menyejahterakan masyarakat Tana Toraja. Dimana pasangan Bupati Tator, Nicodemus Biringkanae dan juga Wakilnya Victor Datuan Batara menyatakan “Jangan Biarkan Rakyatku Sakit, Lapar dan Bodoh”.

Tagline dari orang nomor 1 di tana Toraja tersebut bertolak belakang dengan apa yang dialami Ibu Tiku, dimana ibu yang harus berjualan sayur paku untuk membiayai sekolahnya. Belum juga mendapatkan batuan jaminan kesehatan, bantuan kesejahteraan bahkan untuk kedua cucunya yang saat ini masih bersekolah dengan baju, balpoin serta peralatan sekolah yang dipinjamkan dari tetangga rumahnya.

Ibu Tiku berharap jika apa yang dialaminya saat ini mendapat perhatian, agar pemerintah setempat memperhatikan cucunya yang masih mengenyam pendidikan di sekolah dasar. [Anda/Fz]

 

 

LEAVE A REPLY