Presiden Soeharto dan Ibu Tien menuju tempat pemungutan suara pada Pemilu 1971, 5 Juli 1971Kompas/Pat Hendranto (PH)

KabarToraja.com — Mantan Presiden RI, H.M Soeharto mendapatkan gelar adat di Tana Toraja pada saat pertama kalinya Presiden RI ke-2 tersebut menapakkan kakinya di Tana Toraja. Gelar adat tersebut didapatkan Presiden RI kedua dari hasil keputusan DPRD Dati II Tana Toraja, dan di serahkan dalam suatu upacara adat yang meriah di hadapan para pemangku adat, tokoh masyarakat dan disaksikan sejumlah warga Toraja yang memenuhi halaman kantor Pemda Kabupaten Tana Toraja pada tahun 1977.

Gelar adat tertinggi diberikan pada Mantan Presiden kedua tersebut yakni, “Kambulu Katayungana Matariallo Taddunga Malelena Sang Toraya”. Dalam arti gelar tertinggi tersebut merupakan sang Pemimpin, Pembimbingan, dan Pelindung rakyat bumi dan adat Tana Toraja.

Akhir bulan Maret 1977, mantan orang nomor 1 tersebut bersama istri, almarhum Tien Soharto berkunjung di Sulsel dengan sejumlah Menteri di kabinetnya saat itu yakni Menteri Pertambangan Mohammad Sadli, Menteri M Jusuf, Menteri Thojib Hadiwidjaja, Menteri Sudharmono SH dan beserta para istri para Menteri, dan Pangkowilhan II.

Sebelum ke Tana Toraja, Soeharto beserta rombongan mengunjungi desa transmigrasi Sukamaju di Kecamatan Bone-Bone, Sulawesi Selatan, setelah itu menuju Soroako meresmikan pabrik pengolahan Nikel Inco kala itu, hingga akhirnya mendarat di Enrekang menuju Makale, Tana Toraja.

Presiden RI Kedua beserta rombongan menggunakan dua buah Helicopter untuk bisa tiba di Tana Toraja, dimana sebelumnya mereka mendaratkan Heli di Kabupaten Enrekang dan melanjutkan perjalanan ke Toraja dengan jarak tempuh 74 kilometer dengan pengawalan ketat sepanjang jalan.

Pemberian gelar adata tertinggi untuk Presiden RI kala itu melakukan upacara adat malam hari di Kota Makale, dimana para Ketua Pemangku adat didampingi Kepala adat dari berbagai wilayah di Toraja mengikatkan pedang perang di pinggang Presiden Soeharto, dimana upacara tersebut adalah “Patacini” yang dilanjutkan dengan taburan kembang yang disebut “Dipasakei”.

Tidak hanya itu usai pemberian gelar adat untuk Soeharto, Pemerintah Kabupaten Tator juga menghadirkan pertunjukan kesenian Tana Toraja. Usai bermalam di Bumi Lapkipadada dalam kunjungannya Presiden beserta Ibu Tien dan rombongan Menteri juga menjelajahi Toraja di berbagai obyek Pariwisata dan mengunjungi perkampungan tua tradisional, serta mengunjungi beberapa kuburan batu dan gua gua di Toraja sebelum kembali ke Ujung Pandang ( Kota Makassar saat ini) dan melanjutkan perjalanan ke Ibukota Jakarta.

LEAVE A REPLY