Mahasiswa Format di Kantor Kejati Sulsel, Senin 9/12.

KabarToraja.com — Mahasiswa Toraja yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Toraja (FORMAT) memperingati hari anti korupsi sedunia sekaligus menuntut kejaksaan tinggi Sul-Selbart dan Polda Sulsel mengusut tuntas Kasus Korupsi.

Aksi yang berlangsung pukul 12.00 Wita di bawah Jembatan Flay Over, menggelar aksi menggunakan pembesar suara dan membentangkan spanduk.

Dalam orasinya, Kordinator Lapangan, Antonius Pilto mengatakan Daerah Sulsel banyak Kasus Kasus Korupsi seperti kasus pembebasan lahan Bandara Buntu Kunyi (BBK) Kabupaten Tana Toraja, dan tindak dugaan tindak pidana korupsi Dana Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Kabupaten Tana toraja.

“Persoalan ini sudah sekian tahun terparkir di meja penyelidikan Polda Sulsel. Bahkan kasus Centery dan Hambalang, keberadaan Kejati dan Polda Sulsel sebagai panglima perang melawan Korupsi tentunya menjadi harapan segenap masyakat sulsel untuk melepaskan kita dari belenggu koruptor. Namun kenyataanya kasus kasus ini belum ada kejelasan sampai saat ini”ujar Antonius Pilto.

Format akan mengawal penegakan hukum dalam peran melawan Koruptor, mendesak kejaksaan tinggi Sulselbar untuk mengusut tuntas dan memantau khusus proses penanganan kasus korupsi Dana SIAK yang ditangani oleh Kejaksaan tinggi Makale.

Menurutnya proses penanganan kasus ini sangat lamban dan sarat akan di intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mengingat kasus tersebut di duga melibatkan Bupati Tana Toraja.

“Mendesak Polda Sulsel untuk mengusut tuntas kasus korupsi pembebasan lahan Bandara Buntu Kunyi Mengkendek yang mandek kurang lebih 6 Tahun di meja penyidik Polda Sulsel,”katanya

.

LEAVE A REPLY