Piala Adipura (int)

KabarMakassar.com — Dua kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk awal tahun 2019 ini belum bisa meraih piala Adipura. Dimana dari 24 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan, Tana Toraja dan Toraja Utara tak tertera penerima penghargaan untuk kebersihan lingkungan kota tersebut.

Disebutkan jika ada 14 Kabupaten dan Kota di Sulsel meraih penghargaan Adipura diantaranya, Maros, Malili, Sidrap, Pinrang, Barru, Bulukumba, Bantaeng , Sengkang, Pangkep, Palopo, Sinjai, Soppeng, Parepare dan Takalar (sertifikat).

Penganugerahan Adipura tersebut bakal diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Auditorium Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, pada Senin (14/1) mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Tana Toraja, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tana Toraja, Daud Balalembang menjelaskan jika Tana Toraja tak meraih penghargaan tersebut lantaran penilaiannya terkait pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu gagal.

“Jadi begini penilaiannya mulai dari pengelolaan dan pembenahan TPA dan kedua Hutan Kota, bak sampah untuk 2019 dan itu sementra di bangun.

Jadi penilaian utamanya itu TPA. Yang harus menggunakan pendamping seharusnya sudah menerapkan sistem sanitary landfill”katanya saat dihubungi, KabarToraja.com, Jumat (11/1).

Untuk diketahui jika sistem sanitary landfill merupakan metode pembuangan akhir sampah yang dilakukan dengan cara ditimbun di tempat yang sudah disediakan dan telah memenuhi syarat teknis. Setelah ditimbun dipadatkan dengan alat berat seperti buldozer ataupun track laoder kemudian ditutup dengan tanah sebagai lapisan penutup.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tana Toraja, Daud Balalembang menambahkan jika di TPA juga belum ada perlakuan pemilahan, semua sampah masih bertumpuk di suatu tempat. Disebutnya jika belum ada perlakuan untuk pendaur ulangan dan pemilahan.

“Jadi penilaian disitu membuat kita di Toraja gagal. Di situ ada dua tahapan dan kami suda ikuti tahapan pertama dan kami lolos, namun di tahapan kedua kami gagal”imbuhnya

Lebih lanjut Daud Balalembang menerangkan jika masalahnya di TPA dan harus membutuhkan pendampingan. Ia juga menyatakan jika Pemerintah Pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah membantu untuk merubah sistem pengelolaan sampah, akan tetapi luasan di atas tidak mencukupi untuk di bangun sistim sanitary landfill TPA di Toraja.

“Kami juga sudah mengusulkan untuk bagaimana di pikirkan bersama supaya di relokasi, kami juga berusaha untuk mencapai apa-apa yang menjadi syarat-syarat yang di sampaikan tim kedepan”tutupnya.

LEAVE A REPLY