KabarToraja.com — Sebanyak 170 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja gelombang kedua menggelar kuliah kerja nyata (KKN) di 15 Kecamatan yang ada di Tana Toraja. Para mahasiswa tersebut yang berkumpul di Ruang Pola Kantor Bupati, secara resmi di lepas oleh Bupati Nicodemus Biringkanae, Jumat 29 Juni 2018.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja, Dr Joni Tapingku M.Th mengatakan jika pelaksanaan KKN untuk gelombang kedua ini terlebih dahulu membekali dengan merajut keberagaman dalam membangun kebersamaan seperti tema yang diusung STAKN dalam pelaksanaan KKN.

“Jadi anak anak mahasiswa sudah dibekali sebelum menjalankan aktifitas KKN, kita bersyukur gelombang pertama sudah berjalan dengan baik. Gelombang kedua ini telah dilepas oleh Bupati dan kita bersyukur karena kesempatan hari ini bapak Nicodemus Biringkanae secara resmi melepas 170 mahasiswa yang ditempatkan di 15 Kecamatan”ujar Dr Joni Tapingku M.Th kepada KabarToraja.com.

Dr Joni Tapingku M.Th menambahkan jika dari 15 kecamatan, mahasiswa dibagi di 5 kelurahan dan 11 lembang di Tana Toraja. Kita berharap para mahasiswa yang ditugaskan KKN menjaga nama baik kampus, terus belajara dan beretika ketika berada ditengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae dalam arahannya mengatakan, jika mahasiswa yang melaksanakan KKN memahami segala sesuatu ketika terjun di masyarakat langsung. Selain itu belajar dan bekerja dalam pengabdian masyarakat sangat diperlukan. Selain itu ia berharap dalam situasi politik ditengah-tengah masyarakat perlu dipahami agar mahasiswa tetap memahami yang ada saat ini.

“Hari ini merupakan pertemuan politik antara rakyat Tana Toraja dan Mahasiswa STAKN Toraja atau generasi penerus bangsa. Politik itu cara, jangan kita artikan terlalu jauh, oleh karena itu mahasiswa tidak boleh alergi dengan politik, sepanjang penuh etika.

Ketika menghadirkan etika sekuler dalam diri kita maka tentu kita saling menghargai, saling mengakui, saling memahami, oleh karena itu etika sekuler harus kita hadirkan dalam diri kita masing-masing, sehingga di tempat adik-adik mahasiswa KKN nantinya bisa membedah kemiskinan, dan cari tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di tempat adek-adek KKN, dan laporkan sama saya atau melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk kita bantu”kata Nicodemus dihadapan Mahasiswa KKN STAKN Toraja.

Nico berharap agar mahasiswa betul-betul mendorong anak bangsa di Toraja menjadi anak cerdas, “Saya ingin anak-anakku bisa menulis tentang potensi desa untuk didorong dalam program bedah kemiskinan, mengurai keberagaman, merajut kebersamaan. Oleh karena itu adik-adik selama dua bulan di desa cari betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di desa tersebut”tambahnya.

Lebih lanjut Nico berharap agar mahasiswa KKN mengenali desa tempat KKN dan apa masalahnya, “Bantu anak-anak sekolah minggu dalam gerakan membaca Alkitab, sebab mahasiswa KKN STAKN Toraja adalah Mahasiswa Kristen, dan carikan data tentang rumah tidak layak huni, laporkan kepada saya apabila ada temuan adik-adik mahasiswa di lapangan dan kita kerja bersama-sama”tutup Nico.

Hadir dalam pelepasan mahasiswa KKN tersebut diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja, Anthon Toding, MH. Ketua STAKN Toraja, Dr. Joni Tapingku, M. Th. Ketua Panitia, Fajar Kelana, M.Th, Dr. Yonatan Sumarto, M. Th, Ketua Prodi Pastoral Konseling, Syukur Matasak, M. Th, Wkl. Ketua Bid. Kemahasiswaan, Semuel Tokam, M. Th, Ketua Prodi Teologi Kependetaan dan beberapa Dosen dan Tenaga kependidikan STAKN Toraja.

Penulis: Andarias
Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY