Jalan rusak, dan berlumpur di Kecamatan Simbuang-Mappak.

KabarToraja.com — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Pelaksana tugas (plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Tana Toraja, YD Pamara mengatakan jika anggaran untuk perbaikan jalan di dua kecamatan yakni di Kecamatan Simbuang dan Mappak tahun 2018 senilai Rp 10 Milliar. Hal tersebut disampaikan YD Pamara saat ditemui di ruang pola Kantor Bupati Tator usai melakukan sosialisasi jalan Nasional. Sabtu 27 Januari 2018.

“Khusus untuk Kecamatan Simbuang dan Kecamatan Mappak, pemerintah kabupaten siapkan anggaran Rp 10 Milliar untuk 10 kilometer jalan di dua kecamatan tersebut. Jangan bilang kita tidak perhatikan, kami khsususkan untuk daerah tersebut, tapi secara bertahap kita mulai pengerjaannya tahun 2018 ini”kata Plt Dinas PU Tator, YD Pamara kepada KabarToraja.com.

YD Pamara juga menyampaikan jika saat ini Pemkab Tator mendapatkan sorotan dari beberapa Kecamatan lainnya dimana dikatakan jika Pemkab Tator lebih memfokuskan anggaran perbaikan jalan di Simbuang dan Mappak ketimbang daerah lain.

“Ini kita disoroti kecamatan lain, kita anggarkan memang khsusus di Simbuang dan Mappak, kecamatan lain juga protes”tambahnya.

Untuk diketahui jika jalan sepanjang 40 kilometer yang berada di dua kecamatan yang ada di Tana Toraja ini mengalami kerusakan parah. Dimana jalan tanah yang becek kerap membuat warga resah yang melalui akses jalan di dua kecamatan tersebut. Bahkan sebelumnya Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae saat kunjungan kerja ke kecamatan Simbuang dan Mappak, beberapa waktu lalu menjanjikan warga di Simbuang dan Mappak Rp 15 Milliar untuk perbaikan jalan di Simbuang dan Rp 15 Milliar untuk Kecamatan Mappak.

Aktivis Senior Pemuda Simbuang-Mappak, Pasa Maraya saat dikonfirmasi mengaku kecewa dengan pemerintah dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati serta Ketua DPRD Tana Toraja, dimana janji pemerintah akan menganggarkan jalan Rp 15 Milliar kembali diingkari. Ia menambahkan jika sikap pemerintah Tator semakin tidak jelas, karena anggaran yang seharusnya Rp 15 Milliar menjadi turun Rp 10 Milliar.

“Iya kami pada prinsipnya masih meminta janji-janji dari Bupati Tana Toraja saat itu, dimana ia menyebutkan masing Rp15 M untuk Kecamatan Simbuang dan Mappak. Nah ini Rp10 Milliar lagi, jadi semakin tidak jelas ini, tambah turun lagi”tegas Pasa Maraya saat dihubungi melalui selularnya, Sabtu 27 Januari 2018.

Sebelumnya para pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI) Makassar menemui Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja, namun kecewa dengan jawaban kedua pasangan Nico Biringkanae dan Viktor Datuan Batara yang dengan tegas mengatakan jika hanya menganggarkan Rp 2 Milliar untuk Kecamatan Mappak dan Simbuang Rp 15 Milliar.

“Ini yang buat kita kecewa, Pak Bupati dan Wakil bilang Rp 15 Milliar untuk Simbuang dan Kecamatan Mappak Rp 2 Milliar, tapi kenapa beda lagi dengan Dinas PU Tator yang menyebut hanya Rp10 Milliar untuk dua kecamatan di daerah kami”tambahnya.

Lebih jauh Pasa Maraya mengatakan jika tidak hanya persoalan infrastruktur yang kurang diperhatikan, namun di dua Kecamatan tersebut juga masih terbatasnya Dokter dan Perawat di Puskesmas. [Fz]

LEAVE A REPLY