KabarToraja.com — Polres Tana Toraja menetapkan dua tersangka terkait kasus pembebasan lahan SDN 304 Ratte Ayun, Rembon Tana Toraja. Hal tersebut dikatakan Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait saat ditemui di Tammuan Mali, Makale. Sabtu 4 Agustus 2018.

Kepada kabartoraja.com Kapolres AKBP Julianto Sirait mengatakan jika sudah ada dua nama yang dipersangkakan dalam kasus ini, mereka diantaranya Mantan Kadis Pendidikan dan penerima uang sertifikat tanah. “Ada dua orang dijadikan tersangka pertama mantan Kadis Pendidikan Tana Toraja, Yohanes Titting dan penerima pembayaran sertifikat tanah dari pembebasan lahan di SDN 304 Ratte Ayun”kata Kapolres AKBP Julianto Sirait.

Untuk diketahui sejak tahun 2017 lalu Polres sudah mengantongi nama calon tersangka kasus dugaan korupsi anggaran ganti rugi lahan SDN Ratteayun pada Dinas Pendidikan tahun anggaran 2016, untuk itu tahun ini Polres Tana Toraja membeberkan dua nama yang terlibat dalam kongkalikong ganti rugi lahan tersebut.

Lanjut Kapolres jika masih ada nama-nama lain yang bakal terlibat dalam kasus aliran dana siluman yang membuat kerugian negara hingga Rp250 Juta. “Kalau keduanya sudah ditetapkan tersangka bakal ada nama nama baru lagi yang bakal muncul dari kasus ini, negara dirugikan hingga Rp250 juta. Dari anggaran tahun 2016”tutupnya.

Untuk diketahui jika lahan SDN 304 Ratteayun sudah dihibahkan masyarakat.
Pada tahun 2016, anggaran ganti rugi lahan SDN Ratteayun melalui Dinas Pendidikan sebesar Rp 250 juta digelontorkan. Dimana Tanah yang sudah dihibahkan oleh masyarakat sudah menjadi aset negara, namun ada yang memanfaatkan rentan waktu yang cukup lama saat tanah sekolah itu dihibahkan sehingga tahun lalu muncul anggaran untuk ganti rugi lahan sekolah itu. Hal tersebut dinilai aneh dan menjadi temuan, hingga saat ini Polres terus menyelidiki beberapa oknum yang terlibat di kasus tersebut.

Penulis: Andarias
Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY