Pengerjaan jalan rusak di poros Makale-Mamasa, proyek pengerjaan jalan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana oleh PT cipta Bening Dewata, Konsultan supervisi oleh PT Duta Astakona Duta Sarana Dimensi. [Foto: Andarias/KabarToraja.com]

KabarToraja.com — Proyek pembangunan jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) Direktorat Jenderal Bina marga dikeluhkan warga Rembon Tana Toraja, Simon (46 tahun). Ia melihat disisi jalan poros Makale-Mamasa (Sulawesi Barat) rusak parah, dan amblas hingga ketepi jurang.

Proyek pengerjaan senilai Rp 10 Milliar ini dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Sulawesi Selatan. PPK 10 Koridor BTS Sulbar Makale dan sekitarnya dikerjakan pada tahun 2017 dan rencana rampung pada tahun 2018.

“Waktu Tahun lalu (2017) ini di kerjakan, akibat dari tanah longsor dengan cara di Bronjong dengan kawat yang sudah kena longsor. Namun mungkin kostan perencanaannya yang salah atau bagaimana sehingga ini bronjong tidak tahan, sehingga amblas dan membahayakan orang yang melintas dijalur tersebut”kata Simon.

Simon juga berharap selaku masyrakat Toraja agar pihak Kejaksaan atau Kepolisian segera mengusut proyek ini pasalnya menurut Simon proyek ini sudah menghabiskan anggaran ABPN Rp10 Milliar lebih.

“Harapan saya agar pihak penegak hukum segera panggil Dinas yang terkait dan konsultan perencana, tanyakan apa masalanya sehingga proyek ini lambat, jangan sampai ada yang memakan korban dari amblasnya jalan tersebut” Jelas Simon.

Paket pengerjaan tersebut dari penanggulangan tanah longsor Makale Se’seng. Yang berlokasi di wilayah Makale poros jalan Mamasa Sulawesi Barat. Dalam kontrak kerja tertera pula jadwal dari tanggal 3 april 2017.

Berikut rincian nilai kontrak: Rp 10.6410.946.651,00.

Waktu pelaksaan kegiatan 180 hari kalender. Dan kontraktor pelaksana oleh PT cipta Bening Dewata, Konsultan supervisi oleh PT Duta Astakona Duta Sarana Dimensi.

Sementara itu PPK dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Sulawesi Selatan. PPK 10 Koridor BTS Sulbar Makale, Ida mengatakan jika akan melakukan perbaikan karena masih dalam pemelihraan. “Akan diperbaiki karena masih dalam pemeliharaan dan juga sudah ditinjau Satker P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional)”kata Ida kepada KabarToraja.com

Lanjut Ida jika pihaknya akan melihat perkembangan struktur tanah tersebut. “Sudah ditangani bagian bawahnya dan ini dilihat dulu perkembangan tanahnya pak”ujarnya kepada KabarToraja.com

Sebelumnya Kepala Badan penanggunglangan Bencana Tana Toraja, Alfian Andilolo, menyoroti hasil pekerjaan balai besar yang mengerjakan proyek penanggulangan bencana Makale-Se,seng dengan angaran sebanyak Rp10 Miliar. Pelaksana proyek yang terkesan terbengkalai ini dilaksanakan oleh PT cipta Bening Dewata.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tana Toraja menyesalkan pekerjaan penanganan longsor Makale-Se’sean-Sulbar. “Meski bukan tanggungjawab BPPD secara langsung. Saat ini pekerjaan rekonstruksi yang dikelola BPPD Tana Toraja juga sementara berjalan dan dipantau ketat dengan anggaran Rp7 miliar,”kata Alfian beberapa waktu lalu.

Alfian lebih tegas mengatakan jika proyek di Tana Toraja yang pengerjaannya terbengkalai maka, di 2018 mendatang, Tana Toraja terancam tidak mendapatkan kucuran dana untuk proyek lagi yang otomatis akan merugikan masyarakat Tana Toraja.

Penulis: Andarias
Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY