dr. Wisnu Laksmana, SpU

KabarToraja.com — Memiliki penis yang kuat dan sehat menjadi hal yang sangat penting bagi kaum pria. Hal tersebut berkaitan dengan kesehatan pria jika penis kuat dan sehat, tidak hanya itu Penis memiliki tiga fungsi utama, yakni untuk membuang urine, fungsi seksual dan yang terpenting fungsi reproduksi. Ketiga fungsi ini bisa bekerja dengan baik jika pria memiliki penis yang sehat dan kuat. Di sisi lain, penis yang sehat dan kuat juga meningkatkan kepercayaan diri pria.

Ada berbagai cara untuk memulihkan kejantanan pria, dimana Dr Wisnu Laksmana, SpU, di Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS) menemukan formula baru untuk membuat pria lebih perjaya diri dengan memiliki penis yang sehat dan kuat. Dr Wisnu Laksmana memiliki Linier Shock Wave Therapy atau (LSWT), dimana beberapa warga sudah mencoba terapy dengan gelombang kejut ini dan mengaku puas menggunakannya.

Salahsatu pasien asal Kupang, NTT yakni “P” terlihat tampak cerah, gaya bicarannya penuh semangat, tidak tampak bahwa usianya sekarang sudah 65 tahun, “Dok saya ucapkan terima kasih ya! Kondisi saya sekarang sudah jauh membaik. Kualitas hubungan intim dengan istri sangat meningkat, bahkan frekuensi hubungan bisa meningkat hingga tiga kali seminggu,” kata P (65), seorang wiraswastawan asal Kupang, NTT.

Sambil tertawa terkekeh-kekeh pengusaha asal Kupang NTT itu, melanjutkan pengakuannya, “Ini lagi Dok, yang membuat saya lebih puas, saya tidak lagi bergantung terus pada obat-obatan,” kata P.

Kisah itu disampaikan oleh P ketika datang kembali ke ruang periksa Dr Wisnu Laksmana, SpU, di Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS). Semangatnya tampak menyala-nyala ketika berkisah tentang kondisi kesehatan seksualnya pasca-terapi.

Kondisi berbanding terbalik ketika dia datang pertama kali berkonsultasi dengan dr. Wisnu. Saat itu dia mengeluh bahwa lama kejatanannya ambruk. Kejantannya lunglai dan loyo. Persoalannya semakin runyam, dan tekanan psikisnya bertambah semakin berat, karena baru saja menikah lagi dengan wanita lebih muda. Akibatnya urusan nafkah batin menjadi kacau.

Semula dia mahfum bahwa kondisi ini dikarenakan bahwa usianya memang tidak muda lagi, tetapi setelah dia menikah lagi dengan pasangan jauh lebih muda, maka soal urusan ranjang menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan istri.

Nah setelah menjalani terapi, kini keluhannya itu bisa diatasi. Dirinya merasa bisa tampil lebih percaya diri di depan istri. Lelaki asal Kupang tersebut adalah satu dari sekian banyak pasien disfungsi ereksi (DE) yang mendapat penanganan dr. Wisnu Laksmana, SpU dari Rumah Sakit Bedah Surabaya.

Itulah kasus pria yang memliki masalah urusan kejantanan. Salah satunya, tidak bisa berdiri akibat DE. Adanya Linier Shock Wave Therapy (LSWT) menambah kecanggihan teknologi kedokteran untuk kesehatan masyarakat. Dimana dunia kedokteran semakin canggih dan maju untuk menangani dan melakukan perbaikan keluhan semacam ini, salah satunya menggunakan therapy Linier Shock Wave Therapy (LSWT).

“Dengan kemajuan teknologi saat ini sudah ada alat-alat yang bisa membantu menyelesaikan,” kata dr. Wisnu laksmana, Sp.U. Dia menambahkan dengan menggunakan LSWT, pasien penderita DE bisa terbantu dari masalah harus minum obat2an terus menerus. Sebab, menurut dr. Wisnu, pemberian obat-obatan secara rutin dalam jangka panjang tidak baik bagi pasien itu sendiri.

Dokter alumnus Universitas Airlangga tersebut menguraikan, ketika ada pasien datang dengan keluhan gangguan DE, maka langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara holistik untuk mencari akar persoalan. Apakah gangguan tersebut berkaitan dengan psikososial, gangguan medis atau gabungan keduanya. Kasus pengaruh psikososial, misalnya bagaimana hubungan suami istri, lingkungan tempat kerja, lingkungan keluarga dan masalah kehidupan sosial lainnya.

“Masalah kehidupan sosial pasien perlu kita gali, karena erat kaitannya dengan DE. Banyak lo, orang DE itu disebabkan karena faktor psikis atau pikiran,” kata Wisnu.

Jika DE itu awalnya salah satunya melibatkan adanya masalah psikososial, kehidupan rumah tangga misalnya, maka penyelesaiannya akan melibatkan psikolog atau psikiater, “Jika ternyata masalah sudah terpecahkan baru kita evaluasi lagi secara menyeluruh tentang keluhannya,” tambah Wisnu.

Tetapi jika hasil wawancara tersebut soal psikososialnya tidak ada masalah, maka baru bergeser ke persoalan teknis kesehatan, mulai pemberian obat sampai yang terakhir penggunaan alat LSWT. “Penggunaan LSWT sebagai pilihan terakhir,” papar Wisnu.

Dokter Wisnu menjelaskan bahwa persoalan dasar DE bekaitan erat dengan pembuluh darah. Secara teknis, penis itu bisa ereksi karena dua pembuluh darah besar yang ada di sebelah kanan dan kiri batang penis tersebut terisi penuh oleh darah. Sehingga, jika ada gangguan pada kedua pembuluh dasar besar tersebut, maka dengan sendirinya ereksi akan terganggu.

Menurut Wisnu ada beberapa penyakit yang biasannya menjadi pemicu munculnya DE, yaitu karena diabetes dan akibat kolesterol tinggi. Diabetes bisa menjadi pemicul terjadinya DE, karena penderita diabetes mengalami kerusakan pada pembuluh darah, sehingga pembuluh darah tidak bisa terisi darah secara maksimal. Sedang pada orang-orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, biasannya pada dinding pembuluh darah terdapat plag atau gumpalan yang hal ini membuat dua pembuluh darah yang jika ereksi kualitasnya terganggu.

Jika menghadapi pasien dengan gejala dua jenis penyakit ini, maka ia akan memberikan konsultasi untuk solusi penyakit dasar terlebih dahulu. Yaitu dengan penanganan pengobatan penyakit dasar tersebut terlebih dulu. setelah itu teratasi baru diberikan pengobatan DE dengan medikamentosa. Akan tetapi jika sudah diberi obat-obatan, ternyata tidak perubahan maka tindakan terakhir adalah menggunakan LSWT.

Cara kerja LSWT yakni dengan memberikan 300 kali tembakan dengan gelombang kejut di empat tempat masing-masing di kiri dan kanan batang penis serta di kiri kanan bawah buah zakar. “Tidak terasa sakit cuma clekit-clekit dikit. Therapy ini memakan waktu satu jam lamanya,” jelas Wisnu. [Fritz/RL]

 

 

LEAVE A REPLY