Sayuran Bulunangko menjadi masakan Khas warga Toraja. [Foto: INT]

KabarToraja.com — Tanaman jenis bayam-bayaman atau atau famili dari Labbiatae, yang juga menjadi khas sayuran Toraja yakni Bulunangko ternyata berasal dari daratan Afrika. Tidak heran jika tanaman ini diolah (masak) menjadi primadona dari kuliner khas masyarakat Toraja.

Bulunangko menjadi sayuran yang biasanya dicampur dengan daging kerbau saat upacara adat berlangsung di Toraja. Tak lengkap rasanya jika Bulunangko tidak ada didalamnya bersama potongan daging kerbau. Berbagai macam cara untuk memasak campuran sayur Bulunangko atau biasa disebut warga Toraja “Sare Nangko”, kerap sayuran tersebut dicampur bumbu-bumbu bersama daging dan setelah itu dimasukkan kedalam bambu atau bahasa lokalnya Suke’ lalu bagian luar bambu tersebut dibakar.

Cara lain untuk memasak sayuran tersebut langsung dicampurkan dengan bumbu dan daging diatas panci dan direbus. Sayuran tersebut menjadi menu utama dalam setiap acara pesta adat baik acara Rambu Solok, Rambu Tuka’ maupun acara-acara seperti Mangrara Banua (peresmian rumah adat).

Tidak hanya daging sebagai campuran masakan khas Toraja, Bale Karappe (Ikan Kakap) juga kerap menjadi campuran masakan sayur Bulunangko tersebut.

Untuk diketahui jika salahsatu tumbuhan ini cukup subur didaerah Tan Toraja dan Toraja Utara, tanaman berasal dari Afrika ini sangat cocok ditanam di wilayah Toraja dimana suhu dingin dan tropis membuat tanaman ini mudah didapatkan dihalam rumah-rumah warga.

Sementara itu beberapa jenis tanaman Bulunangko yang ada di Tana Toraja, tumbuh dengan warna ungu dan merah muda dan kombinasi warna hijau. Untuk diketahui pula jika tanaman Bulunangko memiliki 250 jenis. Dimana tanaman ini memiliki warna memikat seperti warna keemasan, hitam, kuning, hingga warna yang sudah terkombinas dengan warna-warna lain akibat persilangan tanaman yang dilakukan.

LEAVE A REPLY