Ketua DPRD Tana Toraja saat mengunjungi proyek penanganan longsor. (Foto: KabarToraja.com)

KabarToraja.com — Tingginya curah hujan yang terjadi sejak Februari hingga pertengahan Maret menyebabkan tanah longsor pada puluhan titik di wilayah Kabupaten Tana Toraja, tanpa terkecuali longsor yang berada di Kecamatan Masanda, Kabupaten Tana Toraja pada akhir tahun 2017.

Sayangnya, Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi yang melakukan peninjauan pelaksanaan proyek Penanganan Longsor Makale-Se’seng yang dilakukan oleh PT. Cipta Bening Dewata di Kecamatan Masanda dianggap tidak berjalan efektif pada Rabu Kemarin, 11 April 2018.

Hal ini dibuktikan oleh Welem Sambolangi yang mendapati pekerjaan penanganan bahu jalan ternyata menggunakan timbunan tanah liat yang tidak berkualitas.

Walau telah dianggarkan besar, proyek Pekerjaan Penanganan Longsor yang telah dikerjakan pada tahun 2017 lalu dengan menelan anggaran lebih Rp 10 Miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017 masih belum juga rampung.

Diketahui bahwa Proyek pekerjaan jalan dan Penanganan Longsor Poros Makale-Se’seng oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sulsel, dibawah Balai Besa Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar telah memakan waktu satu tahun lebih yang dimulai pada 3 April tahun lalu.

“Anggaran proyek tersebut bersumber dari APBN tahun anggaran 2017 sebesar Rp 10,6 miliar dengan nama paket Penanganan Longsoran Makale-Se’seng dengan nomor kontrak : KU.08.08/PPK.10-WIL.II/APBN/01-JLN/IV/2-17 dengan waktu pelaksanaan 180 hari kerja dan tanggal kontrak 3 April 2017.

Proyek Pekerjaan ini juga dibiayai dari sebagian pajak masyarakat dan diawasi oleh tim TP4D, sehingga diharapkan pekerjaan ini dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada,” tutur Welem.

Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sombolangi yang meninjau langsung pekerjaan ini turut geram hingga menegur kontraktor pelaksana lapangan yang didapati menimbun bahu jalan dengan material timbunan tanah liat yang diambil dari longsoran jalan terdekat.

“Saya meminta kepada kontraktor untuk mengganti timbunan tanah yang dipakai dengan timbunan yang kualitasnya lebih baik, sehingga kita harapkan pekerjaan yang dikerjakan oleh PT. Cipta Bening Dewata sesuai dengan perencanaan yang sudah ada,” ujar Pria kelahiran Masanda, 21 Juni 1975 itu.

Tidak hanya menegur pelaksana lapangannya, Pria yang kerap disapa Welem ini juga langsung menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek penanganan longsoran poros Makale – Se’seng itu agar mengganti timbunan tanah yang kualitasnya lebih baik lagi yang sesuai dengan RAB.

“Saya sangat berharap proyek pekerjaan penanganan longsoran Makale-Se’seng b agar pekerjaannya cepet terselesaikan,  sehingga askses jalan tersebut dapat di lalui oleh masyarakat,” pungkas Welem.

Penulis: Andarias

Editor: Muh Fajar Nur

LEAVE A REPLY