Tiga Aktifis Pemuda Simbuang-Mappak

KabarToraja.com — Kondisi kecamatan Simbuang-Mappak semakin menjadi pusat perhatian para kalangan pemuda Simbuang-Mappak yang ada di Makassar. Tiga mantan Ketua umum IPPEMSI Makassar ini dari tiga generasi juga angkat bicara melihat kondisi yang ada disana semakin memprihatinkan.

Mantan Ketua umum IPPEMSI Makassar 2011-2013, Hardianto Masarrang dengan nada keras mengatakan jika komitmen atas penyampaian kunjungan kerja Bupati Tana Toraja dan ketua DPRD Tana Toraja di Simbuang-Mappak, pada 24 Februari 2017 lalu yang disampaikan langsung dihadapan ribuan masyarakat yang hadir saat itu masih jauh dari harapan karena dalam realitasnya sangat berbeda dengan apa yang disampaikan saat itu karena dalam penyampaiannya berkomimen akan mengalokasikan 10 Milliar bagi masing-masing kecamatan. Namun pada realitanya hanya Kecamatan Simbuang yang dialokasikan Rp10 Milliar dan kecamatan Mappak hanya Rp2 Milliar sehingga menjadi amarah bagi selaku kalangan tokoh pemuda pemerhati Simbuang-Mappak saat ini. Ujar pemuda asal mappak ini yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengacara.

“Kami minta komitmen pejabat Pemkab Tana Toraja, dimana janjinya pada 24 Januari 2017 lalu, untuk alokasi dana infrastruktur jalan di Simbuang dan Mappak Rp 10 Milliar masing-masing kecamatan, namun berbeda dengan apa yang dikatakan saat ini jika hanya memberi Rp2 Milliar untuk Mappak dan Rp10 Milliar untuk Simbuang”Kata Hardianto.

Hal senada yang disampaikan Trizet Pian, Ketua umum IPPEMSI Makassar 2015-2017, ia tegas menyampaikan bahwa, saat ini masyarakat di Simbuang-Mappak sudah semakin kurang respek dengan komitmen Pemkab Tana Toraja yang dulunya dalam kunjungan kerjanya menyampaikan bahwa kecamatan Simbuang dan Mappak akan menjadi daerah perhatian khusus dari pemerintah daerah. “Lagi-lagi janji itu diingkari dalam penetapan alokasi anggaran tahun 2018″ujarnya.

Sementara itu Pasa’ Maraya yang juga mantan ketua Umum IPPEMSI 2013-2015, menambahkan jika Simbuang-Mappak harusnya menjadi daerah yang menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah daerah Tator. “Segera Indahkan Pada Waktunya Harapan Masyarakat Simbuang-Mappak”.

Pasa mengatakan jika pemerintah menjanjikan soal status sebagai daerah perhatian ini telah dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPMJD) yang komitmennya akan memberi bantuan pertanian soal ternak, pemberdayaan masyarakat kemudian menyediakan pasar untuk produk masyarakat, sarana kesehatan dan ketersediaan tenaga medis serta juga tenaga guru satu orang satu kelas.

“Saya ingin mencoba mengutip penyampaian ketua DPRD saat itu, dalam penyampaiaan dengan tegas mengatakan bahwa “Iya dong. Pembangunan kawasan khusus ini akan mendapat porsi yang lebih besar dari kecamatan lain sebagai komitmen dukungan yang sama dari DPRD Tana Toraja yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja bupati sehingga bagi kami harga mati untuk tetap direalisasikan’Ujarnya.

Lanjut aktifis pemuda Simbuang Mappak ini mengatakan jika DPRD Tana Toraja berkomitmen mendukung sepenuhnya upaya Bupati yang dalam penyampaiannya mendorong anggaran Tahun 2018 sebesar 15 Milyar di masing-masing wilayah khusus tersebut, namun tak lagi sesuai dengan realisasinya yang lagi-lagi membuat kecewa.

“Kita tetap mengapresiasi atas niat baik dari PEMDA yang mengalokasikan anggaran 10 Miliar untuk kecamatan Simbuang dan 2 Miliar untuk kecamatan Mappak sehingga mengingatkan agar saat pengerjaannya nanti benar-benar memperhatikan prosedur yang ada yaitu soal pemasangan papan informasi anggarannya dan juga volume pengerjaannya sehingga semua masyarakat akan mengawasinya sehingga benar-benar transparan”tutupnya. [Fritz/RL]

LEAVE A REPLY