Polda Sulsel konferensi pers terkait penangkapan joki CPNS di Makassar.

KabarToraja.com — Polda Sulsel kini sudah meringkus 8 pelaku yang terlibat dalam perjokian tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dimana dua orang pelaku lainnya akhirnya tertangkap dengan peran pembuat identitas palsu. Dimana sebelumnya 6 orang sudah terlebih dahulu diamankan saat melakukan tes CPNS di Makassar.

Kedua pelaku yang baru tertangkap tersebut yakni Muh Rusnan (33) dan Andi Slamet (30). Kedua pelaku berhasil diamankan di dua lokasi yang berbeda.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondany mengatakan, keduanya beraksi melakukan perubahan data atau surat palsu calon peserta tes ujian CPNS

“Aksinya diketahui oleh pihak kepolisain sehingga dilakukan penangkapan terhadap kedua ditempat dan waktu yang berbeda,”ungkap Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat (9/11).

Pelaku M.Rusnan ditangkap pada hari selasa, 6 November 2018, dan Andi Slamet ditangkap pada hari Rabu, 7 November 2018.

Peran dari kedua pelaku ini yang membuat identitas palsu. Dimana keduanya membuat identitas kepada 6 joki CPNS yang diamankan saat melakukan tes CPNS di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), 28 oktober 23019 lalu, di lokasi tes Kantor RRI Makassar.

“Keduanya akan dikenakan pasal 263 ayat 2 dan padal 55 ayat 1 ke 1e KUHPPidana,”katanya.

Salahsatu pelaku, Andi memet mengaku hanya sebagai perantara anatar peserta tes CPNS dan Joki. “Saya sebagai perantara pebuatan KTP pak. KTP dibuat oleh Hendrawan, seorang pegawai swasta pak”ungkapnya.

Ia juga tak tahu menahu soal Hendrawan rekannya bagaoimana cara membuat KTP palsu tersebut. “Tidak tahu caranya dia buat bagaiamana, saya cuman ambil dari Hendrawan lalu saya berikan Andi Widi yang pelaku sudah ditangkap sebelumnya pak”kata Memet.

Untuk diketahui polisi sudah lebih dahulu mengamankan 6 joki di Makassar pelakunya yakni, Ahmad Lutfi, A Widi, Martin Tumpak Rumapea, Adi Putra Sujana, Wahyudi, Musriadi. Kini keenam pelaku diamankan Polrestabes Makassar, keenam pelaku ditangkap saat pelaksanaan tes di Aula Kantor RRI, Jalan Riburane, Kota Makassar, Minggu (28/10) lalu.

Selain menahan para pelaku, polisi menyita seluruh barang bukti berupa berkas adiministasi dalam tes. Pelaku disangkakan melanggar pasal 263 ayat 1 dan 2, juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman hukumannya penjara maksimal 6 tahun.

LEAVE A REPLY