Ayub Manuel Pongrekun

KabarToraja.com– “Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!”. Kutipan mantan Presiden RI, Ir Soekarno masih tergolong ampuh dan terus membangkitkan semangat pemuda Indonesia. Ayub Manuel Pongrekun sosok pemuda rantau dan terus menyuarakan nasionalisme para pemuda Indonesia.

Pemuda asal Toraja ini ditemui redaksi KabarToraja.com di wilayah Menteng, Jakarta Pusat 20 Oktober 2017. Ayub M Pongrekun banyak membahas tentang nasionalisme pemuda saat ini. Dimana generasi muda Indonesia kini mulai tergolong minim rasa nasionalisme. Penyebabnya mulai dari pengaruh globalisasi, modernisasi hingga minimnya pemahaman kebangsaan sejak dini.

Bagi Ayub sebuah keharusan jika pemuda saat ini terus memiliki orientasi untuk membangun bangsa. “Pemuda harus berpikir bagaimana sebagai anak bangsa memiliki partisipasi untuk membangun negeri ini, selain itu pemuda yang memiliki nilai nasionalisme merupakan sikap politik yang melihat masyarakat terhadap suatu bangsa yang memiliki kesamaan budaya dan tujuan untuk merasakan saling memiliki dan kesetian terhadap bangsa itu sendiri”Kata Ayub.

Mantan Ketua Umum GMKI ini mengatakan jika mengukur rasa nasionalisme seseorang dalam situasi di negeri ini mengatakan jika nasionalis sejati itu hadir dan tiba atas rasa cinta tanah air yang bersendi pada pengetahuan susunan ekonomi­ dunia dan riwayat, bukan semata­mata timbul dari kesombongan bangsa belaka. Ia menambhakan jiwa nasionalisme tidak sempit dan menolak paham lain.

“Nasionalisme tidak bisa ditiru, karena ia muncul dengan rasa cinta, karena rasa cinta bangsa itu adalah lebar dan luas, dengan memberi tempat pada segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup. Menjadi seorang nasionalime dibutuhkan orang jujur pada diri sendiri. Lakukan apa yang menurutmu benar. Membuka pikiran terhadap banyak hal dan kemungkinan. Rasa cinta tanah air akan muncul dengan sendirinya mengkuti naluri yang kamu miliki”papar Ayub.

Ingin Kembali Membangun Daerah

Tanggung jawab pemuda untuk membangun bangsa bukan hanya sebagai pekritik tetapi berpartisipasi untuk berbuat sesuatu. Ayub M Pongrekun yang juga merupakan kader PDI Perjuangan ini mengaku siap untuk kembali membangun daerah. Ditanyai kesiapannya untuk maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI, ia berkilah jika itu hanya kabar burung. Namun ia mengatakan semua orang punya kesempatan untuk itu.

“Maju di DPR RI, semua orang punya kesempatan untuk itu. Kalau saya diamanahkan untuk itu sebagai kader yahh harus siap”kata Ayub kepada KabarToraja.com di kantor DPP Taruna Merah Putih, (Sayap Partai PDI Perjuangan), 20 Oktober 2017.

Dikabarkan jika pemuda Toraja ini bakal maju di Pileg 2019 Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun hal itu ditepis Ayub karena dirinya masih konsen di partai untuk sosialisasi di Pilpres dan Pilgub di beberapa daerah.

“Siapa sih yang tidak mau kembali membangun di daerah, semua orang mau. Tapi saya fokus dulu untuk sosisalisasi partai di Kendari untuk Pilgub, Pilpres”ujar Ayub.

Ditanya soal Toraja, Duta Pemuda Indonesia dalam program Indonesia China Youth Exchange Progrramme di China dari Kemenpora RI Indonesia ini menjelaskan jika Toraja merupakan keharusan untuk berpartisipasi dalam membangun dan berbuat sesuatu untuk kampung halaman. Ia mengatakan jika orang toraja ada dimana-mana, bentuk partisiapasi mereka adalah menjaga dan mempromosikan potensi daerahnya.

“Kalau sebagai pemuda Toraja, kita itu ada dimana-mana saja. paling penting sebagai pemuda yang memiliki nilai nasionalismenya ya itu, berpartisipasi menjaga dan menjaga budaya Toraja kita, mempromosikan potensi wisata kampung halaman kita, sekalipun kita sebagai perantau. Nah itu sebagai bentuk partisipasi kita membangun daerah dan karakter orang Toraja”tegas Ayub.

Tidak dapat dipungkiri jika sosok Ayub menjadi pemimpin, dimana pengalaman organisasi hingga kariernya saat ini di politik sudah terlihat baik. Bahkan dirinya mengaku akan terus belajar dari semua pengalaman yang ada didirnya. Selain itu dirinya pun mendedikasikan untuk kemajuan daerah yang bakal di pimpinnya kelak.

Berikut riwayat pendidikan, Ayub Manuel Pongrekun, mulai dari pengalaman organisasi, aktifitas kemasyarakatan hingga kiprahnya di organisasi partai politik;

Riwayat Pendidikan

– 1993 – 1999, SD Katolik Pelangi Kota Kendari.
– 1999 – 2002, SMP Negri 1 Kota Kendari.
– 2002- 2005, SMA Negri 4 Kota Kendari.
– 2005 – 2010, STMIK Dipanegara Makassar, Teknik Informatika.
– 2012 – 2014, Universitas Indonesia, Kajian Wilayah Amerika.

Pendidikan Non Formal / Training.

1. Kuliah Kerja Lapangan di STAN LAN Kota Makassar, tahun 2009
2. Leadership Training Course Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), tahun 2008
3. Konferensi Studi Lokasl GMKI Cab. Makassar, tahun 2009
4. Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjutan Yayasan Bina Dharma dan Yayasan Beasiswa Oikumene – PGI di Salatiga, tahun 2008
5. Konferensi Studi PPGT Klasis Makassar, tahun 2007
6. Latihan Kepemimpinan Pemuda Lanjutan PPGT Klasis Makassar, tahun 2007
7. Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Yayasan Bina Dharma dan Yayasan Beasiswa Oikumene – PGI di Salatiga, tahun 2007
8. Latihan Kepemimpinan Pemuda Dasar PPGT Klasis Makassar, tahun 2006
9. Stadium General STMIK Dipanegara Makassar, tahun 2005
10. Latihan Kepemimpinan Siswa SMA Negri 4 Kendari, tahun 2002
11. Workshop and Training Human Right Justice and Peace dari World Student Christian Federation regional Asia Pacific, Manila – Filipina, Agustus 2013
12. Asia-Pacific Student Youth Gathering, Ecumenical Asia-Pacific Student and Youth Network, Manila – Filipina, Agustus 2013.
13. Youth Delegate on Conference CCA Asia Pacific, Jakarta – 2016.
14. Duta Pemuda Indonesia dalam program Indonesia China Youth Exchange Progrramme di China dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga Indonesia tahun 2016.

Pengalaman Organisasi

2014 – 2016, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.
2012 – 2014, Sekretaris Fungsi Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI.
2009 – 2010, Ketua Partai PATIGER STMIK Dipanegara. [Majelis Permusyawaratan Mahasiswa].
2007 – 2009, BPC GMKI cab Makassar.
2008 – 2009, Anggota BEM STMIK Dipanegara.
2007 – 2008, Ketua GMKI komisariat STMIK Dipanegara
2006 – 2008, Ketua, PPGT Jemaat Biringkanaya.
2006 – 2007, Anggota Bidang Pembinaan, PMK STMIK Dipanegara.

Aktifitas Politik

– 2016 – Sekarang, Ketua Bidang Antar Lembaga dan Pemerintahan, DPP Taruna Merah Putih (Sayap Partai PDI Perjuangan).
– 2016 – 2017, Tim Medsos, Tim Pemenangan Basuki – Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta
– 2017 – Peserta Pendidikan Kader Utama PDI Perjuangan.

Aktifitas Kemasyarakatan

2017- Pendiri, Komunitas Muda Pancasila
2017- Pendiri, Relawan Pendidikan Indonesia.

 

LEAVE A REPLY