Begini Sikap Arogansi Ajudan Bupati Tator Terhadap Jurnalis {ilustrasi]

KabarToraja.com — Ajudan Bupati Tana Toraja berulah saat dua jurnalis di Tana Toraja hendak melakukan wawancara kepada Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, Senin
5 Februaari 2018 diruang kerja Buppati Tator.

Dua jurnalis di Tator mengaku jika dirinya diperlakukan tidak wajar oleh ajudan Bupati Tator. Salahsatu Jurnalis di Toraja, Andarias mengaku jika diperlakukan kasar
oleh ajudan Bupati berinisial “KT”.

Dimana saat itu Andarias dihalangi saat hendak mewawancarai Bupati Nicodemus Biringkanae tidak hanya itu ajudan Bupati juga melontakan kata kasar terhadap dua jurnalis
yang berada didepan pintu masuk ruang Bupati Tator.

“Eh, tidur bapak, kau mau mendengar tidak, kalau tidak saya lempari kau nanti”, kata ajudan Bupati Tator.

Sementara itu Andarias jurnalis yang melakukan peliputan di lokasi merasa tidak terima perlakuan kasar dari sang pengawal Bupati Tator tersebut. Ia mengatakan jika
tindakan tersebut merupakan pelecehan terhadap jurnalis.

“Cara bicaranya yang kasar, mestinya bicara baik-baik, kata-kata yang dilontarkan seolah-olah tidak mencerminkan ia sebagai ajudan”kata Anda saat
dihubungi via selularnya.

Sementara jurnalis lainnya yang berada di lokasi, Risna menuturkan jika dirinya seakan terancam saat ajudan mengambil Handitalky (HT) dari saku dan seakan ingin
melempar jurnalis yang hendak masuk untuk melakukan konfirmasi terhadap orang nomor 1 di Tana Toraja tersebut.

“Coba awalnya dia bilang bupati tidur kami akan setia menunggu, saat kami masuk dia berkata kasar, padahal masih bisa kok bicara baik”, ujar Risna salahsatu jurnalis
media ternama di Sulsel.

Untuk diketahui jika sebelumnya beberapa pejabat lingkup Pemkab Tator berlalulalang diruangan Bupati. Namun saat beberapa jurnalis yang hendak melakukan wawancara
masih menunggu bupati di ruang tunggu setelah mendapatkan ijin dari salahsatu staf Bupati untuk masuk ke ruangan bupati dua jurnalis yang terlebih dahulu dihalangi
oleh ajudan Bupati didepan pintu masuk ruangan Nicodemus Biringkanae tersebut.

“Ada staff bupati yang ijinkan kami masuk jadi kami masuk. Eh ajudan malah marah dan ancam kami dengan melempari kami”tambahnya. [Fritz]

LEAVE A REPLY