DJM didampingi kuasa hukumnya, dicecar pertanyaan oleh Penyidik Polres tator, Senin 15 Januari 2018. [Foto: Fz]

KabarToraja.com — Sebanyak 17 pertanyaan dilontarkan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Djuli Mambaya di Polres Tana Toraja saat dilakukan penyidikan diruang Intelkam Polres Tator. Hal ini terkait kasus pencemarkan nama baik terhadap Wakil Bupati Tana Toraja, Viktor Datuan Batara pada Februari 2017 lalu.

Djuli Mambaya atau sapaan akrabnya DJM memenuhi panggilan Polres Tator dan diperiksa selama dua jam pada hari ini, Senin 15 Januari 2018. Dimana sebelumnya DJM ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017 lalu.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait mengapresiasi kedatangan DJM ke Polres untuk memenuhi panggilan. Hal ini AKBP Julianto Sirait jika pihaknya menghargai kedatangan DJM dari Papua ke Toraja.

“Kita acungkan jempol dong sama beliau (DJM) sudah jauh-jauh mau datang ke Polres untuk kita periksa. Dia mau datang sekian lama kita tunggu ini”ujar AKBP Julianto Sirait saat ditemui di Polres Tator, Senin 15 Januari 2018.

Kapolres AKBP Julianto Sirait menambahkan jika hal ini bukan panggilan ketiga melainkan yang pertama setelah sebelumnya status DJM ditetapkan status tersangka. “Ini bukan panggilan ketiga yah, kalau panggilan kedua itu pemanggilan paksa..DJM kita panggil dan di jadwalkan tanggal 15 Januari ini”ujar AKBP Julianto Sirait.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan jika kasus DJM terhadap Wakil Bupati Tana Toraja, Viktor Datuan Batara masih dipelajari dan meminta masukan penyidik dari hasil pemeriksaan tersebut. “kita pelajari dulu, dan kita meminta masukan penyidik”singkat Kapolres Tator.

Sementara itu DJM yang ditemui usai pemeriksaan diruang Intelkam Polres Tator mengatakan jika dirinya sudah memenuhi panggilan Polres di Tator. Ia mengaku masih kelelahan usai dicecar pertanyaan oleh penyidik Polres Tator mulai pukul 10:10 wita hingga pukul 12:15 siang tadi, Senin 15 Januari 2018.

“Sebagai warga negara yang baik, saya memenuhi panggilan Polres tator, saya penuhi itu. Saya juga taat hukum, sekali lagi sebagai warga negara yang baik ..harus taat hukum. Maaf saya masih capek… saya masih capek ini”kata DJM dan bergegeas meninggalkan kantor Polres tator.

Kasat Reskirim Polres Tator, AKP Jhon Paerunan membenarkan jika ada sekira 17 pertanyaan dilontarkan penyidik terhadap Djuli Mambaya. Dimana pemeriksaan dilakukan selama dua jam di ruang Intelkam. “Yahh ada sekira 17 pertanyaan diberikan ke DJM, jelas kami beri pertanyaan yang berkaitan dengan kasusnya terhadap wakil Bupati Tator”singkat AKP Jhon Paerunan.

Sebelumnya saat DJM dalam proses pemeriksaan puluhan massar yang tergabung dalam Front Masyarakat Toraja Bersatu melakukan aksi demo di Polres Toraja. Massa berorasi selama 40 menit lebih dan menuntut agar DJM segera ditahan.

Pendemo yang dipimpin koordinator lapangan, Joni Tangkelangi melakukan aksinya didepan pintu gerbang kantor Polres Tator, sambil membawa pengeras suara secara bergantian melakukan orasi dan memaksa DJM keluar dan bertanggungjawab atas pencemaran nama baik terhadap Mantan Kapolres Tator, Viktor Datuan Batara.

“Kami minta pak Kapolres tahan Djuli Mambaya hari ini juga, dia telah menyebut wakil Bupati kami sebagai bandar Narkoba” kata orator Julius Dakka saat melakukan orasi di depan kantor Polres Tator.

Berikut tuntutan Front Masyarakat Toraja Bersatu kepada Polres Tator, mengecam tindakan arogansi DJM dan mempertangungjawabkan pernyataannya di facebook kepada Wakil Bupati Tator sebagai bandar narkoba. Polres Tator harus menindaklanjuti kasus DJM hingga tuntas dan tidak berlarut-larut. Selain itu tuntutan lainnya adalah jika tidak dilanjutkan proses hukumnya akan melakukan laporan ke Polda, hingga ke Mabes Polri.

Aksi demo bubar setelah melakukan penyerahan berkas aspirasi dan tuntutan secara simbolis terkait kasus pencemaran nama baik Wabup Tator yang dilakukan oleh Djuli Mambaya yang juga merupakan kepala dinas Pekerjaan Umum di Provinsi Papua. [FZ]

LEAVE A REPLY