KabarToraja.com — Sudah dua hari berturut-turut aksi demonstrasi terjadi di Kantor Polres Tator. Aksi didepan kantor Polres tersebut terkait kasus hukum yang menyeret nama Djuli Mambaya dan juga Jhon Rende Mangontan yang tak lain pengurus Ikatan Kerukunan Toraja (IKT) Papua.

Dimana aksi demo pertama pada 15 Januari 2018, dilakukan oleh Front Masyarakat Toraja Bersatu (FMTB) yang dipimpin oleh Joni Tangkesalu. Dimana kehadiran massa tersebut menuntut kepada pihak Kepolisian untuk segera melakukan penahanan terhadap Djuli Mambaya, Wakil Ketua IKT Papua, karena telah mencemarkan nama baik Wakil Bupati, Viktor Datuan Batara dengan menulis di Medsos jika mantan Kapolres Tator tersebut bandar narkoba.

Aksi demo FMTB berlangsung selama sejam lebih dan menyerahkan secara simbolis pernyataan sikap yang diterima oleh Kapolres Tator, AKBP Julianto Sirait.

Berlanjut pada hari ini, Selasa 16 Januari 2018. Kantor Polres Tator kembali didatangi puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Toraja dengan tuntutan untuk melakukan penahanan terhadap Jhon Rende Mangontan karena sebelumnya telah melakukan aksi kekerasan terhadap Djuli Mambaya di gereja Palangi, Malakiri Toraja Utara tahun 2017 lalu. Djuli Mambaya yang hadir dipembukaan Praya X PPGT, mengatakan telah dipukul pada bagian pipinya.

Dua hari aksi di Kantor Mapolres Tator ditanggapi santai oleh Kapolres Tator, AKBP Julianto Sirait. Ia mengatakan jika aksi yang dilakukan para massa dua hari tersebut diterima dengam baik dan menerima aksi dari dua kelompok tersebut.

“Kami terima kasih, karena telah menyampaikan aspirasi mereka. Hal penahanan keduanya kan sudah P21 kita serahkan kepada Kejaksaan. Nah ini sementara kita proses lagi, baik kasus DJM maupun kasus dari JRM” kata Kapolres AKBP Julianto Sirait.

Lanjut Kapolres AKBP Julianto Sirait mengatakan jika kedua Diaspora tersebut saat ini masih dipandang Tokoh. “Saya memandang dua tokoh ini, Puji Tuhan massa mereka memberikan orasi yang baik. Tidak anarkis. Persolana penahanan kita pelajari lagi ini, DJM kita sudah panggil dan memenuhi panggilan” ujar AKBP Julianto Sirait saat ditemui KabarToraja.com di Mapolres Tator, Selasa 16 Januari 2018.

Untuk diketahui jika DJM merupakan Kepala Dinas PU di Papua yang juga Ketua IKT Papua, sementara JRM merupakan ketua IKT Papua dan juga merupakan kontraktor di Papua.

Terkait aksi demo yang menyeret dua nama Diaspora ini, Kapolres Tator mengatakan jika situasinya masih kondusif dan menerima aspirasi dari pihak massa DJM dan massa dari FMTB yang menuntut DJM untuk ditahan. Dua hari aksi tersebut terjadi didepan Mapolres Tator dan dikawal oleh puluhan aparat Kepolisian yang berjaga-jaga di Mapolres Tator. [FZ]

 

LEAVE A REPLY