Suasana jalan poros Rantepao-Sa'dan yang belum mendapatkan peringatan longsor. (Foto: KabarToraja.com)

KabarToraja.com — Jalan poros Rantepao-Sa’dan pada tikungan Mangullawa mengalami longsor yang semakin parah.

Dari pantauan KabarToraja.com, terlihat ada dua bagian sisi jalan yang mengalami longsor yang menyebabkan tanah menyangga tepi jalan pada Senin, 30 April 2018.

Akibatnya, jalan mengalami pengikisan yang semakin dalam dan diperparah hujan yang turun dengan intensitas tinggi belakangan ini untuk wilayah Toraja Utara.

Kondisi jalan yang longsor ini sudah terjadi beberapa tahun lalu tetapi tidak pernah mendapat perhatian dari pihak terkhusus Dinas Pekerjaan Umum.

Papa Eli, seorang warga yang ditemui di lokasi mengatakan terulangnya kejadian longsor diwilayah jalan poros ini dapat mencemari nama Toraja sendiri jika dibiarkan berlarut-larut.

“Ini jalanan yang sering dilalui oleh turis saat berkunjung ke To’Barana, kalau mobil mereka sampai kecelakaan, tentu membuat nama Sa’dan jadi jelek,” ungkap Papa Eli

Perlu diketahui, Sa’dan dikenal sebagai kecamatan yang merupakan lokasi favorit kunjungan turis yang ingin melihat proses pembuatan kain tenun di To’Barana dan Sangkombong.

Hingga berita ini dimuat, lokasi jalan yang longsor dibiarkan begitu saja tanpa adanya rambu-rambu peringatan bagi para pengemudi kendaraan yang lewat.

Rambu peringatan dibutuhkan untuk mengingatkan pengendara lebih hati-hati mengingat posisi longsot tepat berada di tepi jurang sedalam 20 meter yang dibawahnya mengalir sungai Sa’dan dengan arus yang cukup deras.

Penulis: Theopilus Sandy

Editor: Muhammad Fajar Nur

LEAVE A REPLY