CEO Facebook Mark Zuckerberg

KabarToraja.com — Saham Facebook yang turun drastis setelah seorang whistleblower bernama Christopher Wylie pada 17 Maret 2018 mengungkapkan terjadinya kebocoran data pengguna Facebook yang digunakan cambridge Analytica (CA) untuk mencapai kepentingan politik membuat banyak pihak penasaran akan kredibilitas Facebook.

Walau sempat menghilang tanpa kabar, akhirnya CEO Facebook Mark Zuckerberg resmi mengeluarkan pernyataan terkait kasus kebocoran data pengguna platform-nya. Tak hanya memberikan penjelasan, ia juga menjabarkan sejumlah langkah yang disiapkan media sosial itu agar peristiwa serupa tak lagi terulang.

Dilansir dari Liputan6.com pada Kamis, 22 Maret 2018 Facebook menyiapkan enam langkah strategis untuk menindaklanjuti kasus itu.

Apa saja langkah Facebook dalam melindungi akun penggunanya? Berikut adalah poin-poin yang akan dilakukan platform media sosial terbesar yang perlu anda ketahui.

1. Memeriksa platform Facebook

Jadi, Facebook akan memeriksa semua aplikasi yang memiliki akses atas informasi dalam jumlah besar. Selain itu, Facebook juga akan melakukan audit menyeluruh terhadap aplikasi dengan aktivitas mencurigakan dan memblokir pengembang yang ketahuan melakukan penyalahgunaan data.

2. Memberikan informasi pada pengguna soal penyalahgunaan data

Facebook juga akan menginformasikan kepada pengguna apabila ada data yang disalahgunakan oleh aplikasi tertentu. Raksasa media sosial itu menyiapkan cara bagi pengguna untuk mengetahui apakah data pengguna dapat diakses oleh aplikasi ‘thisisyourdigitallife’.

Dalam keterangannya, Facebook juga akan menghapus aplikasi yang telah menyalahgunakan data, termasuk memberi tahu seluruh pengguna aplikasi.

3. Menonaktifkan akses aplikasi yang tak dipakai

Jika seseorang tak menggunakan selama tiga bulan terakhir, Facebook juga akan menonaktifkan akses terhadap data pengguna yang dimiliki oleh aplikasi itu.

4. Membatasi data yang dapat diakses Facebook Login

Facebook juga mengubah fitur login di platform-nya, sehingga ada pembatasan pilihan data yang dapat diminta aplikasi. Jadi, aplikasi hanya dapat meminta nama, foto profil, dan alamat email. Permintaan di luar tiga komponen tersebut harus melalui persetujuan Facebook.

5. Mendorong pengguna Facebook mengelola aplikasi yang digunakan

Facebook telah menampilkan aplikasi apa saja yang terhubung dengan akun pengguna, termasuk memungkinkan pengguna mengontrolnya. Ke depan, Facebook akan membuat pengaturan ini lebih mudah ditemukan dan diakses.

6. Memberikan penghargaan pada orang yang menemukan risiko keamanan di Facebook

Terakhir, raksasa media sosial ini juga mengembangkan program bug bounty, sehingga pengguna Facebook dapat melapor apabila ada penyalahgunaan data yang dilakukan oleh pengembang aplikasi.

Penulis: Muh Fajar Nur/Kolaborasi KabarMakassar.com dan Liputan6.com
Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY