Kembangkan Destinasi Wisata, Bupati Minta Bantuan Swiss Contact

KabarToraja.com — Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan meminta bantuan Swiss contact agar dapat membantu wisata Toraja Utara bisa menjadi daerah tujuan wisata prioritas seperti 10 destinasi wisata di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata RI. Hal ini disampaikan Kalatiku saat menghadiri dan sekaligus membuka kegiatan Forum Group Discussion atau (FGD), yang dilaksanakan di Aula gedung RM. Ayam Penyet Kota Rantepao. Jumat 13 Oktober 2017.

Untuk diketahui jika ada 10 destinasi wisata di Indonesia yang menjadi prioritas untuk dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara, Toraja Utara tak satupun yang masuk didalamnya. Padahal Torut memiliki wisata alam dan budaya yang menarik semisal wisata alam, puncak Lolai, “Negeri diatas Awan”, wista kubur tua dan unik, di Kete’ Kesu, Londa dan “baby grave” atau kuburan bayi di Bori.

“Hari ini kita membicarakan mengenai Pariwisata, ada 10 destinasi pariwisata di Indonesia, dua diantaranya di bantu oleh Swiss Contact. Tetapi Toraja belum termasuk dalam 10 destinasi tersebut. Itulah sebabnya Swiss Contact membantu kita, agar Toraja bisa masuk dalam 10 destinasi itu. Pariwisata berbicara tentang daya tarik, yang di dalamnya termasuk kebersihan, kecantikan, serta yang lainnya. saya menyambut gembira kegiatan yang dilaksanakan hari ini, karena pentingnya diskusi seperti ini’kata Kalatiku PAembonan dalam sambutannya.

Kalatiku pun meminta peran masyarakat untuk tetap melestarikan budaya dan pemikiran-pemikiran kreatif untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Toraja Utara, agar hal tersebut dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Bagi Torut, pariwisata merupakan pilihan kebijakan yang sangat di yakini akan bermanfaat bagi masyarakat kita. Sementara kebijakan yang akan dilakukan atau apapun yang akan kita buat, akan berkenan atau berhubungan dengan pariwisata. Karena itu, diskusi ini di gelar, dengan maksud bagaimana meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Toraja khususnya Toraja Utara”kata Kalatiku.

Ia menambahkan jika pilihan kebijakan dikatakannya berhubungan jelas antara pariwisata dan ekonomi. “Saya menghimbau kepada kita semua, mari kita sama-sama memberikan atau menyampaikan pemikiran-pemikiran kita, agar pemerintah tidak bekerja sendiri dalam hal pengembangan destinasi pariwisata kita”tutupnya.

Dalam kegiatan FGD ini diprakarsai oleh Bidang Ekonomi, Kabupaten Toraja Utara. Dalam kegiatan ini pula dihadiri oleh PLH Sekda Torut, Asisten, Kepala OPD lingkup Torut bersama staf, Dr. Agustinus Ba’ka, M. Pd. dari widyaswara bidang pengembangan SDM SUL-SEL yang juga menjadi narasumber, Prof. Dr. Haedar Akib, M. Si., yang merupakan guru besar dari pasca sarjana Universitas Negeri Makassar, bidang administrasi publik, LSM, Pengurus serta pengelola objek wisata,DMO,Swiss Contact, PHRI, dan Asita.

Foto : Asriani Sirandan.

LEAVE A REPLY