Pelaksan Tugas (plt) Dinas Pekerjaan Umum, YD Pamara. [Foto: KabarToraja.com]

KabarToraja.com — Proyek pengerjaan air mancur kolam Makale saat ini masih berjalan. Namun dikabarkan sebelumnya jika proyek yang menelan anggaran negara hingga Rp.2 Milliar lebih ini sempat molor. Target penyelesaian hingga akhir tahun 2017, namun molor hingga masuk diawal tahun 2018.

Pelaksana tugas (plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tana Toraja, YD Pamara menjelaskan jika molornya proyek pengadaan air mancur tersebut lambat dikarenakan alatnya dipesan langsung dari Surabaya.

“Ini molor karena kita pesan dari Surabaya, ini sementara dirakit disana. Jadi akhirnya molor pengerjaaannya”Kata YD Pamara saat ditemui KabarToraja.com pada hari Sabtu 27 Januari 2018.

Lanjut YD Pamara jika pengerjaan proyek air mancur diareal patung Lakipadada tersebut bakal menaambah 50 hari kerja, untuk penyelesaian Kolam Makale yang saat ini kondisinya masih kering dan belum terlihat layaknya kolam.

“Kita kasih tambahan waktu 50 hari, lebih dari waktu yang kita tentukan yah..kita denda, atau putus kontrak”tambahnya.

YD Pamara menambahkan jika pengerjaan air mancur kolam Makale tersebut memiliki kontraktor dalam pengerjaanya. Namun ia berharap jika pengerjaannya lebih cepat agar dapat terselesaikan dan tidak terlalu lama. “Jangan sampai kontraktor main-main sama kita, kalau masih lama atau lebih 50 hari lagi, kita putus kontrak”Tegas YD Pamara .

Diketahui jika Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melakukan penataan dan mempercantik Kolam Makale dengan memasang landasan air mancur di tiga titik areal kolam Makale.

Bundaran kolam Makale tersebut merupakan tempat yang menjadi simbol atau icon dari Kota Makale, Tana Toraja. Bundaran kolam tersebut terdapat patung Lakipadada yang menjadi simbol dan monumen perjuangan rakyat Toraja dalam mencapai kemerdekaan. [Fz]

LEAVE A REPLY