Mahasiwa IMTB bantu Ibu Tiku

KabarToraja.com — Mungkin masih teringat dengan kisah pilu ibu Tiku di Toraja. KabarToraja.com mengulasnya pada tanggal 6 Februari 2018 dengan judul “Kisah Pilu, Ibu Tiku Bertahan Hidup dengan Jualan Sayur Paku”. Perjuangan seorang nenek atau warga menyapanya dengan “indo Tiku” (60 tahun) harus bertahan hidup dengan berjualan sayur paku atau sayuran “Pakis” untuk menghidupi dua cucu dan berusaha melanjutkan pendidikannya di bangku sekolah dasar.

berita media sosial tersebar dengan kisah perjuangan seorang nenek yang berjualan sayur paku untuk melanjutkan hidupnya dan cucunya sampai ditelinga warga Toraja hingga di luar sulawesi sekalipun. Bantuan untuk ibu Tiku inipun datang dari gerakan mahasiswa gabungan dari Toraja Barat. Dimana Ikatan Mahasiswa Toraja Barata atau IMTB ini datang kerumah ibu Tiku di di Lembang Lemo Menduru’, kampung Lemo. Tana Toraja.

IMTB yang tergabung dari Mahasiswa UKI Toraja dan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAKN) Toraja memberikan bantuan sembakao, perlatan sekolah dan dana secukupnya yang dikumpulkan dari mahasiswa gabungan tersebut di Toraja.

[caption id="attachment_1347" align="aligncenter" width="300"] IMTB Foto di rumah milik Ibu Tiku[/caption]

Sekretaris IMTB, Olyvia Enjelita Paonganan mengatakan jika apa yang dilakukan IMTB merupakan wujud peduli nyata kepad a masyarakat yang berkekurangan, bahkan aksi sosial yang dilakukan bersama rekannya terebut untuk mengurangi beban dari seorang nenek yang menghidupi dua cucunya untuk bersekolah.

“kami bersyukur bisa membantu Ibu Tiku dan dua cucunya, dana yang kami kumpulkan kami rasa mampu untuk mengurangi beban indo’ Tiku dan cucunya”Kata Olyvia kepada KabarToraja.com

Lanjut Olyvia jika bersyukur dana yang terkumpul bisa disumbangkan kepada warga yang berkekurangan melalui aksi sosia yang digelar IMTB. Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Tana Toraja, KPU Tana Toraja yang turut serta membantu list dana sumbangan.

“Aksi kami ini dari dua kampus yakni dari UKI Toraja dan STAKN Toraja, dimana kita bentuk gabungan mahasiswa ini untuk meringankan beban warga yangmebutuhkan seperti Ibu Tiku dan dua cucunya”ujar Olyvia.

Diketahui sebelumnya jika cerita ibu Tiku mengundang para netizen untuk membantu perjuangan nenek berusia 60 tahun yang menjual sayur hanya untuk menyekolahkan kedua cucunya, Utan dan Marranng.

Hebatnya Ibu Tiku di usianya yang renta masih juga mampu menyekolahkan kedua cucunya di Sekolah Dasar Negeri, (SDN) Bappeda. Kedua cucu laki-laki yang bersamanya saat ini, Marrang kelas 3 SD dan Utan kelas 4 SD berangkat ke sekolah dengan baju seragam pemberian tetangganya.
“Cucuku kasian baju sekolah diberi sama tetangga, itu di pakai ke sekolah”tambah Ibu Tiku.

Bertahan hidup dengan kedua cucunya, Ibu Tiku tegar menghadapi kerasnya perjalan hidup tanpa bantuan pemerintah baik itu jaminan kesehatan BPJS maupun bantuan beras miskin (raskin). Ibu Tiku hanya bisa meraup rejeki dengan berjualan sayur pakis keliling dan juga kadang berada di pasar.

Untuk diketahui jika Pemerintah Kabupaten Tana Toraja memiliki visi-misi yng menyejahterakan masyarakat Tana Toraja. Dimana pasangan Bupati Tator, Nicodemus Biringkanae dan juga Wakilnya Victor Datuan Batara menyatakan “Jangan Biarkan Rakyatku Sakit, Lapar dan Bodoh”.

Tagline dari orang nomor 1 di tana Toraja tersebut bertolak belakang dengan apa yang dialami Ibu Tiku, dimana ibu yang harus berjualan sayur paku untuk membiayai sekolahnya. Belum juga mendapatkan batuan jaminan kesehatan, bantuan kesejahteraan bahkan untuk kedua cucunya yang saat ini masih bersekolah dengan baju, balpoin serta peralatan sekolah yang dipinjamkan dari tetangga rumahnya.

Ibu Tiku berharap jika apa yang dialaminya saat ini mendapat perhatian, agar pemerintah setempat memperhatikan cucunya yang masih mengenyam pendidikan di sekolah dasar. Ia juga berterima kasih kepada anak-anak Mahasiswa dari IMTB yang bisa meringankan bebannya sehingga kedua cucunya lebih semangan melanjutkan sekolahnya di sekolah dasar.

Penulis: Andarias
Editor: Fritz V Wongkar

 

LEAVE A REPLY