Obyek Wisata Buntu Burake {ilustrasi]

KabarToraja.com — Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, membenarkan jika Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Kabupaten Tana Toraja, YD Pamara diperiksa terkait dengan kasus konstruksi wisata religi Buntu Burake (Patung Yesus Memberkati). Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Yudhiawan Wibisono.

Dimana Kadis PU Tana Toraja yang juga merangkap sebagai pelaksana tugas (Plt) Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tana Toraja ini beberapa waktu lalu hadir dalam pemeriksaan di Mapolda Sulsel.

“Iya diperiksa untuk kasus kontruksi, penataan kawasan wisata religi Bunto Burake. Tapi masih tahap penyelidikan ya,” kata Kombes Yudhiawan Wibisono.

Penataan kawasan religi Buntu Burake sendiri, yang berada di ketinggian 1.500 mdpl itu memiliki pengerjaan jembatan kaca yang dikerjakan pada akhir 2017, dengan kontraktor PT Mari Bangun Persada, bahkan tidak main-main APBD Tana Toraja pun ditelan hingga Rp3,9 miliar.

Untuk diketahui jika obyek wisata yang ada di Tana Toraja tersebut sempat ditutup pada 2017, dengan alasan adanya penataan kawasan, yaitu pembuatan jembatan kaca, tepat di bawah kaki patung Yesus.

Sebelumnya Kepala Dinas PU Tana Toraja, YD Pamara dengan tegas kepada KabarToraja.com membantah jika diperiksa Polda Sulsel terkait kasus konstruksi obyek wisata Buntu Burake. Ia berdalih jika yang terlibat adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya.

“Sudah diperisa itu PPK, AD, sama Polda Sulsel. Dan sudah selesai pemeriksaannya. Dan saya yang dampingi waktu diperiksa,”tambah Pamara, tanpa menyebut AD itu siapa.

Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY