3 pelaku berhasil diamankan oleh resmob polda Sulsel berinisial RA (47 tahun), R (40 tahun), dan satu perempuan berinisial S (46 tahun). Diamankan 16 Maret 2018 di salah satu hotel di Jalan Penghibur Makassar.

KabarToraja.com — Tim unit satgas 1 Dirtipid Narkoba Polri yang dipimpin AKBP Gembong Yudha di backup dari tim Unit Resmob Polda Sulsel Dikomandoi Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Shabara. Dimana pada hari jumat 10:30 wita disalahsatu Hotel dijalan penghibur Makassar mendapati tiga pelaku bandar narkoba.

Dalam penggerebekan disalahsatu hotel tersebut ditemukan upaya transaksi narkoba jenis shabu dengan berat 2kilogram (kg) serta bukti transfer pembayaran shabu milik pelaku. Ketiga pelaku bandar narkoba yang diciduk anggota Resmob Polda Sulsel yakni RA (47 tahun), RS (40 Tahun) dan SI (46 tahun)

Kronologis penangkapan berawal informasi dari Mabes Polri dan hasil lidik anggota di lapangan bahwa keberadaan bandar narkoba akan melakukan transaksi narkoba jenis shabu-shabu di sebuah hotel di jalan penghibur Makassar. Selanjutnya AKP Edy Shabar bersama anggota satgas 1 Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri memerintahkan anggota untuk melakukan penangkapan kemudian anggota menuju ketempat tersebut dan berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti.

Setelah mengamankan ketiga pelaku, anggota polisi bergerak cepat menuju ke rumah pelaku guna untuk mencari barang bukti lainnya dan mengamankan barang- barang pelaku. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel untuk di lakukan pemeriksaan.

Berikut beberapa barang bukti yang diamankan Polda Sulsel saat dilakukan penggerebekan di Hotel dan penggeledahan dirumah pelaku,

– Narkoba jenis shabu seberat 2Kg
– 1 (satu) unit server cctv
– 5 (lima) kartu atm
– 6 (tujuh) bpkb kendaraan
– 5 ( lima) buah sertifikat
– 5 (lima) lembar bukti transfer pembayaran shabu2
– 3 (tiga) buku tabungan
– 2 (dua) bilah badik
– 1(satu) pucuk air soft
– 3 ( tiga) lembar bukti pembayaran pbb
– 3 ( tiga) lembar kwitansi pembayaran rmh dan pembelian mobil.
– 5 ( lima) unit hp
– 1 (satu) unit tablet
– 5 (lima) kartu kredit
– 7 (tujuh) kunci mobil
– 1 (satu) kunci motor
– 1 (satu) unit mobil ayla
– 1 (satu) unit mobil honda crv putih
– 1 ( satu) unit toyota fortuner hitam
– 1 (satu) unit motor yamaha N-max.

Pelaku tersebut dipersangkakan dengan pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Penulis: Saleh Sibali/KabarMakassar.com
Editor: Fritz V.Wongkar

LEAVE A REPLY