/
Polres Lutra Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

Polres Lutra Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

0
Polres Lutra Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

KabarToraja.com — Rentetan bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia sejak beberapa bulan terakhir, menginisiasi Polres Luwu Utara untuk menggelar mitigasi bencana berupa simulasi tanggap darurat bencana yang di gelar di Desa Tulak Tallu, Kecamatan Sabbang dan Desa Minanga, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Desa Tulak Tallu sendiri merupakan salah satu desa yang merupakan daerah potensi bencana banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai Rongkong, utamanya saat musim penghujan tiba.

Sementara itu, Desa Minanga merupakan daerah potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Rongkong, namun berada pada zona merah bencana longsor.

Simulasi diawali dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait hal yang harus dilakukan jika air bah atau banjir tiba saat terdapat wisatawan yang sedang melakukan wisata arung jeram.

Dalam simulasi tersebut, para relawan juga semakin terlatih untuk tanggap saat melakukan evakuasi pada korban bencana.

Selanjutnya, kegiatan simulasi juga berlangsung di Dusun Minanga, Kecamatan Rongkong yang berdasarkan pemetaan oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Luwu Utara, Masuk sebagai wilayah zona merah tanah Longsor, terlebih lokasi pemukiman warga berada di bawah lembah dan di kelilingi oleh pegunungan.

Selain pemahaman terkait alur evakuasi, tim yang terdiri dari sejumlah organisasi lintas sektor, juga diberi pemahaman tentang pertolongan pertama bagi korban bencana.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola yang ditemui saat simulasi berlangsung menuturkan jika kegiatan tujuan mitigasi bencana adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mendeteksi bencana sekaligus meningkatkan keterampilan relawan.

“Rongkong memang punya banyak spot longsor, sehingga dibutuhkan atensi bersama semua pihak. Pemda sendiri sudah beberapa kali lakukan relokasi namun masyarakat tetap kembali dengan alasan lahan pertanian yang mereka miliki, sehingga tugas semua pihak untuk memberi edukasi”terang Boy.

Simulasi tanggal darurat bencana kali ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada 8 hingga 9 Januari 2018 dan melibatkan unsur serta stakeholder terkait, seperti Kepolisian, TNI, PMI, PSC, TAGANA, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan Hingga Masyarakat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY