Pengurus IPPEMSI Makassar

KabarToraja.com — Pendidikan adalah hak Asasi dan itu mutlak. Kemerdekaan negara Proklamasi Republik Indonesia merupakan tanda bahwa kungkungan bangsa asing dengan senjata tidak lagi mewarnai kehidupan. Indonesia telah merdeka, semua karena buah Perjuangan pendahulu yang kemudian menerbitkan harapan bagi penyelenggara negara untuk mengatur bangsa indonesia sesuai dengan cita-cita awal perjuangan.

Pembangunan SDM adalah salah satunya, tentu jalan menuju kesana adalah melalui pendidikan hal ini juga termuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Kenapa Pendidikan?

1. Pendidikan berperan membina manusia menjadi orang-orang tercerahkan,
2. Pendidikan berperan membangun kesadaran terhadap transformasi perubahan nilai dan sikap yang mendukung pembangunan,
3. Pendidikan berperan membuat seseorang dalam memperoleh pekerjaan dan menghasilkan lapangan pekerjaan.

Menelusur lebih jauh realitas pendidikan hari ini tentu akan banyak menghadirkan banyak pandangan dari berbagai kalangan mulai dari sistem,muatan-muatan kurikulum maupun infrastruktur. Sebagai contoh misalnya moralitas anak negeri hari ini yang semakin memprihatinkan padahal tujuan pendidikan adalah terciptanya manusia-manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia.

Olehnya itu Pendidikan haruslah menjadi gerbang utama perubahan/pembentukan karakter ke-Indonesiaan selain itu kesenjangan yang terjadi antara infrastruktur di kota dan di pelosok juga jadi persoalan pelik pendidikan indonesia terkhusus dikabupaten Tana Toraja.

Sebagai organisasi yang berasal dari pelosok negeri ini maka Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mapak (IPPEMSI ) Makassar merasa terpanggil untuk menyuarakan suara-suara pinggiran anak negeri Simbuang – Mappak.

Melalui momen hari pendidikan ini IPPEMSI Makassar meminta pemerintah kabupaten Tana Toraja untuk memperhatikan Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di kecamatan Simbuang dan kecamatan Mappak mengingat sarana dan prasarana merupakan penunjang proses pembelajaran yang mempunyai pengaruh besar terhadap output pembelajaran pada siswa. Jangan ada perbedaan antara kota dengan Pelosok (Red=Simbuang-Mappak) karena hal ini akan menimbulkan kesenjangan mutu pendidikan.

Buah dari pembangunan yang tidak berkeadilan juga dirasakan di bidang pendidikan hal ini dibuktikan dari Ujian Nasional Berbasis Komputerisasi yang diadakan tahun ini.

Pelaksanaan UNBK yang seharusnya dilaksanakan secara Online terpaksa dilakukan secara Offline hal ini terjadi karena akses jaringan komunikasi yang tidak ada..

Selamat merefleksikan Hari Pendidikan.

Oleh: Agustinus Risal, Ketua IPPEMSI Makasar

LEAVE A REPLY