Menjelang masa akhir jabatan Gubernur Sulawesi selatan, Syahrul Yasin Limpo dan dan Wakilnya Agus Arifin Nu Mang, kompak berpamitan dari aktifitas jabatan yang dipimpin selama dua periode di Sulawesi Selatan. Pasangan dengan tagline "Sayang" ini berpamitan secara terpisah. [int]

KabarToraja.com — Menjelang masa akhir jabatan Gubernur Sulawesi selatan, Syahrul Yasin Limpo dan dan Wakilnya Agus Arifin Nu Mang, kompak berpamitan dari aktifitas jabatan yang dipimpin selama dua periode di Sulawesi Selatan. Pasangan dengan tagline “Sayang” ini berpamitan secara terpisah.

Sebelumnya Agus Arifin Nu mang berpamitan dengan mengunjungi kantor Dinas Peternakan, Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulsel pada hari Senin 5 Februari 2018 lalu. Sementara Gubernur Syahrul Yasin Limpo berpamitan di rapat paripurna Rekomendasi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Gubernur Sulsel Tahun 2013-2018.

Pasangan Sayang ini terlihat sangat kompak dalam mengakhiri masa akhir jabatan, nampak hadir Agus AN mendampingi Gubernur Syahrul Yasin Limpo di paripurna terakhir keduanya di Gedung DPRD Provinsi Sulsel, Selasa 6 Februari 2018.

Pamitan Agus AN saat dikantor dua kantor dinas mengatakan jika dirinya mohon pamit kepada para pegawai karena tanggal 12 Februari 2018 mendatang dia akan mengajukan cuti. Pada kesempatan itu juga dia menyampaikan permohonan maaf apabila ada kesalahan yang dilakukan selama sepuluh tahun menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

“Saya mohon pamit, karena 12 Februari nanti saya cuti, saya dan pak Syahrul akan mengakhiri masa jabatan kami selama 10 tahun, jika ada kesalahan kami berdua selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur kami memohon maaf”kata Agus AN dihadapan para pegawai Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulsel.

Terpisah dengan pamitan Syahrul Yasin Limpo dimana pad paripurna terakhir di DPRD Provinsi Sulsel, ia meneteskan air mata. Suasana haru mewarnai sidang paripurna terakhir Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang. Dalam pidatonya, SYL beberapa kali menangis, demikian juga para hadirin di ruang sidang.

SYL di awal pidatonya langsung mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin, terutama kepada Wagub Agus Arifin Nu’mang dan Sekda Sulsel Abdul Latief.

“Hari Senin, Pak Wagub terakhir mendampingi saya, pasti saya kehilangan orang baik. Hari itu juga, Pak Sekda akan bertugas di tempat lain. Sambutan Pak Ketua DPRD juga membuat lutut saya bergetar,” kata SYL.

Ia juga menambahkan, tidak pernah berpikir bahwa perjalanannya sebagai gubernur sudah akan berakhir dalam dua bulan.

“Sebelumnya, saya tidak pernah berpikir bahwa sebuah perjalanan bersama itu berakhir. Padahal persimpangan jalan itu kadang akhir dari sebuah proses perjalanan,” sebutnya.

SYL kemudian melanjutkan dengan memaparkan capaian Sulsel dan menanggapi 19 rekomendasi yang ada. Ia sangat mengapresiasi kerja dari DPRD Sulsel. Menurutnya, langkah-langkah upaya dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Dari rekomendasi ini, apa yang belum sempurna akan diperbaharui, maupun yang sementara berjalan dengan mengedepankan transparansi.

“Saya, kita semua sudah berusaha maksimal. Mempertaruhkan semua, apa yang saya miliki termasuk harga diri saya. Saya perhadapkan diri saya pada Allah, tidak ada satu sen pun saya terima yang bukan milik saya. Saya takut dengan rekomendasi yang bapak buat,” sebut SYL dengan nada bergetar, kemudian terdiam, dan kembali melanjutkan pidatonya.

Suasana hening, gubernur dua periode ini tak mampu menahan air matanya. Demikian juga dengan hadirin, baik dari kalangan dewan, OPD dan awak media yang hadir.

Selama perjalanan sebagai gubernur, ada banyak tantangan yang dihadapi.
Salah satu capaian Sulsel yang membekas di hati SYL adalah kitab La Galigo dan Perahu Pinisi yang menjadi warisan budaya dunia.

“Maafkan, ini panggung terakhir saya dengan Pak Agus dan Pak Sekda. Sebelum saya mengakhiri, kita memiliki La Galigo sebagai literasi terpanjang dunia dan Pinisi. Tanpa kita sadari, ini yang membuat kita orang Bugis Makassar, juga Toraja dan Luwu hebat,” ucap SYL.

Saat menyebutkan Toraja, SYL juga sempat terdiam dan kembali menangis.

Usai menyampaikan pidato, seluruh pimpinan, anggota dan staf DPRD Sulsel berfoto bersama, demikian juga jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Sulsel. Suasana haru penuh tangis kembali terjadi saat SYL akan meninggalkan lokasi acara. [Fritz/Rl]

LEAVE A REPLY