KabarToraja.com — Debat kandidat kedua yang digelar di Jakarta pada hari ini, Kamis 19 April 2018 sedikit berbeda. Dimana pada poster atau banner debat kandidat yang digelar KPUD Sulsel di Jakarta nampak gambar background Tongkonan Toraja.

Gambar background tersebut menjadi perbincangan dalam grup “PPGT Lovers” bahkan komentar didalam grup tersebut banyak merasa bangga dengan adanya gambar dengan latar Tongkonan Toraja.

“Bisa jadi toraja jadi perebutan suara karena sejarah disitu komitmen suara bersatu ada, daerah yang lain terbagi sesuai kampung halaman calon, peta suku dan tokoh didaerah, toraja jasi rebutan para calon”tulis @BangTopan di grup WA PPGT Lovers.

Adanya background poster dan banner yang tersebar dibeberapa media sosial tersebut, menambah kebanggan warga Toraja dimana tongkonan tersebut menjadi backround untuk debat publik kedua di Jakarta.

“Saya hanya liatnya kalo toraja terkenal sebagai destinasi, maka orang toraja dikampung bisa menikmati ekonomi yang stabil, kalo daerah sejahtra, konflik bisa dihindari”tambah @bangTopan.

Untuk diketahui jika provinsi Sulawesi Selatan memiliki empat etnis yakni Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Untuk itu salahsatu yang membanggakan jika adanya background debat kandidat memiliki ornamen Tongkonan Toraja dan menjadi kebanggan orang Toraja yang berada dalam beberapa grup dia akun media sosialnya.

Untuk diketahui Debat kandidat Pilgub Sulsel 2018 ini akan dimulai pukul 19:00 Wita yang dipandu presenter cantik, Silvia Iskandar. Empat Paslon Gubernur Sulsel nantinya akan beradu gagasan seputar isu pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, keadilan gender, keagamaan, pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta penyandang disabilitas. Dimana KPU Sulsel mengangkat tema debat kali ini yaitu Peningkatan pelayanan publik dan pelayanan sosial yang berkeadilan dan bermartabat.

Sekedar diketahui pula jika debat kedua sedikit mengalami perubahan dimana durasi waktu debat diberi hanya 1 jam 30 menit dengan 6 segmentasi. Selain itu jumlah pendukung diperbolehkan masuk ke ruangan debat kandidat juga mengalami perubahan, sebelumnya diijinkan 75 orang kini menjadi 30 orang saja.

Editor: Fritz V Wongkar

LEAVE A REPLY