Kolam Makale dimanfaatkan warga untuk mencari rumput pakan ternak kerbau. [Foto: Dok KabarToraja.com]

KabarToraja.com — Kolam makale merupakan ikon Kota di Tana Toraja kerap dijadikan tempat bersantai dan juga berbagai event nasional sekelas Lovely December kini berubah. Kolam yang kini kering tanpa air bahkan rumput liar pun juga tumbuh diareal tengah-tengah kolam.

Tak heran jika nampak beberapa warga yang memanfaatkan rumput tersebut untuk dijadikan pakan ternak. Pantaun KabarToraja.com pagi 08:34 Wita di areal kolam nampak warga memotong rumput yang tingginya hingga 70 centimeter lebih tersebut untuk kebutuhan makanan hewan ternaknya.

Randi (25 tahun) warga Makale yang melihat rumput yang rimbun diareal kolam Makale memangkas dan menjadikan pakan ternak kerbau miliknya. “Saya ambil rumput saja disini”kata Randi saat ditemui KabarToraja.com.

Sementara itu warga lainnya yang ditemui dilokasi tersebut sangat menyayangkan jika Kolam Makale berubah menjadi kering dan tak terurus. Dan merasa aneh melihat banyak nya rumput liar berada ditengah-tengah kolam yang kering. Anastasia Datu Lelepadang (21 tahun) mengatakan selaku masyarakat Tana Toraja sangat prihatin melihat keadaan Kolam Makale saat ini dimana sebelumnya di jadikan masyarakat sebagai ikon Kota Makale.

“Ini Ikon kota Makale loh..kenapa saat ini di jadikan masyarakat Tana Toraja sebagai tempat mengambil makanan ternak kerbau yah”kata Anastasia.

Anastasia juga berharap kepada pemerintah kabupaten Tana Toraja segera menyelesaikan pembangunan kolam Makale. pasal nya menurut Anastasia kolam Makale dulunya di jadikan sebagai Tempat Wisata baik Wisatawan Mancanegara mau pun wisatawann lokal untuk berpose saat mengijakkan kakinya di Bumi Lakipadada.

“Ini kolam Makale dulunya di jadikan tempat wisata dan beberapa even-even nasioanl dan bertaraf internasioanl dan juga tempat bersantai jika malam atau sere-sore. Ratusan warga Toraja datang di sini menikmati indahnya kolam Makale.
Namun sekarang kolamnya kering (tidak berair) dan sangat disayangkan apalagi di depan kantor DPRD Tator tiap hari dilihat oleh Anggota DPRD Tator dan juga nampak jelas terlihat dari Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja.

Sebelumnya diberitakan jika penataan kolam Makale menjadi topik pembicaraan masyarakat Toraja. Pasalnya kolam Makale yang di kerjakan di Tahun 2017 dan melangkah di tahun 2018 belum juga tuntas.

Kolam Makale yang di kekerjakan oleh CV Agri Forest
dengan angaran APBD senilai Rp2.206.555.000 yang di
rencana selesai di tahun 2017 tidak kunjung usai. Proyek pengerjaan kolam ini dipihak ketigakan oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (PUPR) Tana Toraja.

Sebelumnya dikabarkan pula jika Dinas PUPR bakal melakukan denda kepada pihak kontraktor yang lambat menyelesaikan proyek pengerjaan penataan Kolam Makale. Namun hingga saat ini pengerjaan tersebut masih mandek.

Pada bulan januari 2018 lalu, KabarToraja.com sempat melakukan wawancara kepada pelaksana tugas (plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tana Toraja, YD Pamara. Dimana ia menjelaskan jika molornya proyek pengadaan air mancur tersebut lambat dikarenakan alatnya di pesan langsung dari Surabaya.

“Ini molor karena kita pesan dari Surabaya, ini sementara dirakit disana. Jadi akhirnya molor pengerjaaannya”Kata YD Pamara saat ditemui KabarToraja.com pada hari Sabtu 27 Januari 2018 lalu.

Lanjut YD Pamara jika pengerjaan proyek air mancur di areal patung Lakipadada tersebut bakal menaambah 50 hari kerja, untuk penyelesaian Kolam Makale yang saat ini kondisinya masih kering dan belum terlihat layaknya kolam.

“Kita kasih tambahan waktu 50 hari, lebih dari waktu yang kita tentukan yah..kita denda, atau putus kontrak”tambahnya.

Namun kini pengerjaan dan penataan kolam tidak nampak ada pengerjaan bahkan air mancur yang dijanjikan pun sampai saat ini belum terlihat. Bahkan hanya ada rumput liar yang tumbuh dan kerap dimanfaatkan warga untuk mengambil rumput sebagai pakan ternak di Kolam tersebut.

Penulis: Andarias P
Editor: Fritz Wongkar

LEAVE A REPLY